Curah hujan tinggi Jembatan Darurat Penghubung Mareppang–Pakka Kembali Ambruk Diterjang Banjir

- Jurnalis

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barru, 27 Oktober 2025_Warga Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kembali bergotong royong membangun jembatan darurat penghubung antar dusun yang ambruk untuk kedua kalinya akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut setelah hujan deras mengguyur semalaman.

Jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses utama antara Dusun Pakka dan Dusun Mareppang itu kembali roboh diterjang derasnya arus air dari kaki Gunung Lampe’e. Sejak pagi hari, puluhan warga—baik laki-laki maupun perempuan—turun tangan bahu-membahu memperbaiki jembatan agar akses antar dusun bisa kembali dilalui. Mereka memanfaatkan bahan seadanya seperti batang bambu, kayu gelondongan, dan papan bekas untuk dijadikan lantai jembatan.

Menurut warga setempat, pembangunan jembatan darurat ini sudah dilakukan dua kali sejak Desember 2024. Namun karena material yang digunakan sederhana dan bersifat sementara, konstruksinya mudah rusak setiap kali hujan deras menyebabkan sungai meluap. Meski demikian, semangat gotong royong masyarakat tetap tinggi demi menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari.

“Kalau jembatan ini putus, anak-anak sekolah kami tidak bisa lewat, guru-guru juga kesulitan datang mengajar di SD Pakka. Di samping itu, hasil pertanian kami sulit dijual. Jadi kami terpaksa membangun lagi, meski hanya secara darurat,” ujar salah seorang warga Dusun Mareppang.

Baca Juga :  Dinas perikanan Kabupaten barru buka puasa bersama Manajemen PT. Suri Tani Pemuka di Ujung Indah.

Banjir yang melanda wilayah Mallusetasi, khususnya Desa Nepo, disebabkan oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir di seluruh wilayah Kabupaten Barru. Akibatnya, debit air di daerah aliran sungai (DAS) meningkat tajam dan meluap hingga merendam sejumlah pemukiman serta lahan pertanian warga. Beberapa titik jalan penghubung antardusun juga mengalami kerusakan parah, termasuk ruas Watang Nepo–Mareppang yang saat ini tidak dapat dilalui kendaraan.

Berdasarkan pantauan tim Dimensi TV di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir kali ini. Namun, beberapa hewan ternak milik warga dilaporkan hanyut terbawa arus. Sebagian lahan pertanian juga terendam air sehingga menghambat jadwal musim tanam jagung yang seharusnya sudah dimulai. Kondisi ini membuat warga semakin waspada menghadapi musim hujan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Kepala Dusun Pakka menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah dan instansi terkait segera meninjau lokasi serta menindaklanjuti pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh. Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, terutama bagi pelajar, guru, dan petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Baca Juga :  Wakil Menteri Hukum Apresiasi Inisiatif Pemda Tanah Laut dalam Sosialisasi KUHP Nasional Melalui Kuliah Umum

“Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat ini sebagai bencana kecil. Jembatan ini sangat penting. Kalau terus dibiarkan seperti ini, warga akan selalu terisolasi setiap musim hujan tiba,” ungkapnya.

Sementara itu, pemerintah desa setempat mengimbau seluruh warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Barru diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari mendatang. Warga juga diingatkan untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai saat hujan deras guna menghindari risiko arus banjir mendadak.

Semangat gotong royong masyarakat Desa Nepo menjadi bukti nyata kepedulian dan solidaritas warga dalam menghadapi bencana alam. Meski dengan keterbatasan bahan dan peralatan, mereka tetap berupaya menjaga jalur penghubung agar kehidupan serta aktivitas sosial dan ekonomi desa dapat terus berjalan seperti biasa.

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinas perikanan Kabupaten barru buka puasa bersama Manajemen PT. Suri Tani Pemuka di Ujung Indah.
Mewakili Dandim 0308/Padang Pariaman, Danramil 01/Pariaman Bacakan Amanat KASAD pada Upacara Hari Juang Angkatan Darat
Kopi Robusta Pinrang Siap Mendunia, Kemenkumham Sulsel Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis
Purbaya Jawab Protes Kepala Daerah Soal Pemotongan Transfer: Uang Daerah Sebenarnya Bertambah
Bangun Semangat Pagi, Pegawai Rutan Palu Laksanakan Senam Bersama
Pelindo Siap Menyambut Lonjakan Penumpang Nataru
Wakil Menteri Hukum Apresiasi Inisiatif Pemda Tanah Laut dalam Sosialisasi KUHP Nasional Melalui Kuliah Umum
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:38 WIT

Dinas perikanan Kabupaten barru buka puasa bersama Manajemen PT. Suri Tani Pemuka di Ujung Indah.

Senin, 15 Desember 2025 - 17:14 WIT

Mewakili Dandim 0308/Padang Pariaman, Danramil 01/Pariaman Bacakan Amanat KASAD pada Upacara Hari Juang Angkatan Darat

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:25 WIT

Curah hujan tinggi Jembatan Darurat Penghubung Mareppang–Pakka Kembali Ambruk Diterjang Banjir

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 10:40 WIT

Kopi Robusta Pinrang Siap Mendunia, Kemenkumham Sulsel Fasilitasi Pendaftaran Indikasi Geografis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 10:30 WIT

Purbaya Jawab Protes Kepala Daerah Soal Pemotongan Transfer: Uang Daerah Sebenarnya Bertambah

Berita Terbaru