Purbaya Jawab Protes Kepala Daerah Soal Pemotongan Transfer: Uang Daerah Sebenarnya Bertambah

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 10:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasannya di balik pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang memicu protes dari sejumlah kepala daerah .
Menurut Purbaya, pemotongan ini bukan berarti ekonomi di daerah melemah, melainkan merupakan upaya untuk mengoptimalkan kinerja anggaran agar lebih efektif.

Purbaya mengaku sempat bertemu perwakilan pimpinan daerah, termasuk Wakil Gubernur dan beberapa Bupati, yang menyampaikan protes serupa pada pagi tadi.

“Ini pada asalnya begini, anggaran tahun depan kan dipotong. Tahun ini juga sempat dipotong juga kan. Jadi mereka protes sama dengan Anda. ‘Kenapa dipotong? Kami nggak bisa bergerak’ kira-kira gitu,” ungkap Purbaya dalam Press Statement di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/10/2025).

Purbaya secara terbuka mengungkapkan bahwa alasan utama pemotongan TKD adalah karena isu penyelewengan dan ketidakefektifan penyerapan anggaran di masa lalu.

Baca Juga :  Kodim 1404/Pinrang Semprot Hama Wereng Gunakan Drone Di Lahan Pertanian Modern

“Tapi alasan pemotongan itu utamanya dulu karena banyak penyelewengan. Artinya nggak semua uang yang dipakai, dipakai dengan betul. Jadi itu yang membuat pusat agak, bukan saya ya, pemimpin-pemimpin itu agak gerah dengan itu. Ingin mengoptimalkan,” jelasnya.

Adapun Purbaya menegaskan, meskipun alokasi transfer dana terlihat turun Rp200 triliun, secara keseluruhan program-program untuk daerah justru naik secara signifikan.

“Jadi sebetulnya uang yang di daerah bertambah. Jadi kan di transfernya turun Rp200 (triliun). Tapi program-program untuk daerah naik dari Rp900 ke Rp1.300 triliun. Tambah lebih banyak. Jadi kita ingin melihat yang lebih, kinerja uang yang lebih efektif,” tegasnya.

Purbaya menambahkan, untuk tahun anggaran 2026, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang tadinya dipotong telah ditambah lagi dengan Rp43 triliun, yang dinilai cukup untuk saat ini.
Menkeu berjanji bahwa jika ekonomi nasional membaik dan penerimaan pajak membesar, Ia akan menambah kembali transfer ke daerah. Namun ditekankan olehnya, kepala daerah harus memperbaiki cara mereka menyerap anggaran.

Baca Juga :  Gerak Cepat Babinsa Maros Kunjungi Warga Terdampak Bencana Angin Kencang

“Tapi kan biasa daerah kan pemerintah pengen jalanin sendiri. Jadi mereka mesti belajar juga. Perbaiki cara mereka menyerap anggaran. Jangan rame-rame nanti ada penangkapan apa itu ya. Selamanya kita,” katanya.

Dengan demikian, jika daerah bisa menunjukkan penyerapan yang baik dan bersih, Purbaya bisa merayu pimpinan di atasnya untuk segera menambah alokasi dana transfer.

Purbaya juga memberi sinyal, jika triwulan I dan II tahun depan kinerja membaik dan dana Kemenkeu bertambah, sebagian dana tersebut akan ditransfer lagi ke daerah.

“Jadi itu utamanya. Tapi ya seperti itu. Kalau uang kita ekonominya bagus pajaknya makin besar kita akan tambah ke daerah,” pungkas Purbaya.

 

Penulis : uchy

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERTAMA DI INDONESIA? MENKEU DISEBUT DIPECAT LEWAT TELEPON, PRABOWO DISOROT: BEGINIKAH CARA MEMBERHENTIKAN MENTERI?
Aksa Mahmud Buat Sejarah: Ambil Alih Fajar Group, Buktikan Orang Sulsel Mampu Jaga Warisan Sendiri
DANRAMIL 1703-01/ENAROTALI WAKILI DANDIM HADIRI MUSRENBANG RKPD TAHUN 2027 KABUPATEN PANIAI
DANRAMIL BERSAMA ANGGOTA BABINSA HADIRI DAN MENDAMPINGI PEMDA KABUPATEN PANIAI DALAM KEGIATAN PELEPASAN TIM SIDAK PASAR
Polres Sidrap Siagakan Personel Lewat Apel Operasi Ketupat 2026 Demi Lebaran Aman
Peringatan Nuzulul Quran 1447 H, Wabup Mamuju Tengah Ajak Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup
Pemkab Mateng Tinjau Lokasi Pembangunan Tower Transmisi TVRI
BABINSA KORAMIL ULILIN HADIR DI TENGAH WARGA, BANTU PEMBUATAN GORONG-GORONG DI KAMPUNG KANDRAKAY
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 18:21 WIT

PERTAMA DI INDONESIA? MENKEU DISEBUT DIPECAT LEWAT TELEPON, PRABOWO DISOROT: BEGINIKAH CARA MEMBERHENTIKAN MENTERI?

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:12 WIT

Aksa Mahmud Buat Sejarah: Ambil Alih Fajar Group, Buktikan Orang Sulsel Mampu Jaga Warisan Sendiri

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:57 WIT

DANRAMIL 1703-01/ENAROTALI WAKILI DANDIM HADIRI MUSRENBANG RKPD TAHUN 2027 KABUPATEN PANIAI

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:08 WIT

DANRAMIL BERSAMA ANGGOTA BABINSA HADIRI DAN MENDAMPINGI PEMDA KABUPATEN PANIAI DALAM KEGIATAN PELEPASAN TIM SIDAK PASAR

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:27 WIT

Polres Sidrap Siagakan Personel Lewat Apel Operasi Ketupat 2026 Demi Lebaran Aman

Berita Terbaru