Kepala BGN Bilang MBG Tak Bermasalah, Guru dan Orang Tua Malah Bersuara: Siapa yang Harus Dipercaya?

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 06:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bermasalah justru berpotensi memantik pertanyaan baru. Pasalnya, di tengah klaim tersebut, suara dari lapangan masih terdengar dari kalangan guru, orang tua hingga wartawan.

Bagi publik, pernyataan bahwa MBG berjalan tanpa masalah tentu menjadi kabar baik. Namun, persoalannya menjadi berbeda ketika terdapat keluhan atau sorotan dari pihak yang bersentuhan langsung dengan pelaksanaan program di sekolah.

Guru menjadi salah satu pihak yang setiap hari melihat bagaimana program tersebut berlangsung. Begitu pula orang tua yang memiliki kepentingan langsung terhadap makanan yang diterima anak-anak mereka.

Baca Juga :  Ketua DPRD mengikuti Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2025

Sementara wartawan menjalankan tugas untuk mengungkap informasi dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Karena itu, ketika suara-suara tersebut muncul, pertanyaan yang kemudian mengemuka bukan sekadar siapa yang paling berisik, melainkan apakah seluruh persoalan di lapangan sudah benar-benar didengar dan dievaluasi.

Program MBG merupakan program besar dengan penerima manfaat yang sangat luas. Semakin besar programnya, semakin besar pula kebutuhan terhadap pengawasan, transparansi, dan evaluasi.

Jika memang tidak ada masalah berarti, publik tentu membutuhkan penjelasan yang terbuka mengenai dasar penilaian tersebut. Sebaliknya, jika terdapat persoalan di sejumlah titik, keluhan tersebut juga semestinya menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar dianggap sebagai kegaduhan.

Baca Juga :  Komitmen Indonesia dalam Penanganan Pengungsi: Tantangan, Solidaritas, dan Upaya Kolektif di Tengah Krisis Global

Sebab kritik dari guru, orang tua maupun wartawan tidak otomatis berarti program MBG gagal. Namun, kritik juga tidak seharusnya langsung dianggap tidak penting.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pernyataan bahwa MBG “tidak bermasalah”. Masyarakat membutuhkan bukti bahwa program tersebut benar-benar berjalan baik, makanan yang diberikan memenuhi standar, dan setiap keluhan ditangani secara serius.

Jika di tingkat atas disebut tidak ada masalah, sementara suara dari lapangan berkata lain, maka pekerjaan rumahnya adalah mempertemukan kedua perspektif tersebut dengan data dan fakta.

Penulis : Adhy

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopdes Belum Jelas Hasilnya, Kemenkop Malah Minta Rp1,25 T Lagi, Publik Pun Tertawa
Purbaya Mendadak Dicopot dari Kursi Menkeu, Ada Apa di Balik Keputusan Mengejutkan Ini?
Dari Mateng ke Jakarta, Nirwanasari Aras Kawal Sekolah Rakyat
Fadia Arafiq Dijerat Pasal Langka
Prof Henri Subiakto: UU ITE Harus Dikawal agar Tak Menjadi Alat Pembungkam Pers
KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN RI DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN
Babinsa Seliliran Lakukan Pendampingan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Ketua DPRD mengikuti Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah Wilayah Sulawesi Selatan Tahun 2025
Berita ini 16 kali dibaca
Kepala BGN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:36 WIT

Kopdes Belum Jelas Hasilnya, Kemenkop Malah Minta Rp1,25 T Lagi, Publik Pun Tertawa

Selasa, 15 September 2026 - 06:22 WIT

Kepala BGN Bilang MBG Tak Bermasalah, Guru dan Orang Tua Malah Bersuara: Siapa yang Harus Dipercaya?

Selasa, 15 September 2026 - 06:11 WIT

Purbaya Mendadak Dicopot dari Kursi Menkeu, Ada Apa di Balik Keputusan Mengejutkan Ini?

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:34 WIT

Dari Mateng ke Jakarta, Nirwanasari Aras Kawal Sekolah Rakyat

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:53 WIT

Fadia Arafiq Dijerat Pasal Langka

Berita Terbaru