Barru, Sulawesi Selatan_DPD II KNPI Kabupaten Barru menggelar kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Tanaman Nilam dan Obat yang berlangsung di Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru pada Kamis 20/11/2025.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman nilam, yang selama ini menjadi komoditas utama masyarakat setempat.
Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan, FOLU, KPH Ajjatapareng, serta Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin. Sinergi berbagai pihak ini menjadi dukungan penting bagi pengembangan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah tanaman nilam dan bahan herbal lainnya.
Pelatihan yang diikuti sekitar 100 peserta ini menghadirkan dua narasumber utama dari Universitas Hasanuddin, yakni Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Andi Detti Yunisanti, S.Hut., M.P, serta Dr. Ir. Baharuddin, M.P.
Keduanya memberikan materi mendalam terkait teknik pengolahan limbah nilam, potensi produk turunan berbasis herbal, hingga strategi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang berkelanjutan.
Para peserta mendapatkan pengetahuan langsung mengenai cara meningkatkan nilai tambah limbah nilam menjadi produk ekonomis, seperti bahan baku minyak atsiri, pupuk organik, hingga produk turunan lainnya yang memiliki peluang pasar luas.
Ketua KNPI Kabupaten Barru, Edi, S.Psi, menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak serta antusiasme masyarakat yang tinggi dalam mengikuti pelatihan ini.
“Semoga kegiatan ini dapat membantu masyarakat Desa Harapan untuk lebih produktif, inovatif, kretif dan mampu meningkatkan ekonomi, pendapatan melalui pemanfaatan limbah tanaman nilam. Potensi ini sangat besar jika dikelola dengan baik,” ucap Edi.
Desa Harapan dikenal sebagai salah satu sentra penghasil nilam di Kabupaten Barru.
Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menjual nilam dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga memanfaatkannya sebagai bahan baku produk bernilai tambah, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk terus mendorong kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat pedesaan di Kabupaten Barru.(AIQ)









