Mimpi Jadi Guru Pupus, Risna Berhenti Sekolah karena Ayah Kehilangan Pekerjaan

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 10:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

PINRANG — Harapan seorang anak untuk meraih masa depan yang lebih cerah terpaksa kandas di tengah jalan. Risna (13), murid SDN 255 Pinrang asal Desa Marawi Kabupaten Pinrang, terpaksa berhenti sekolah setelah hanya menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD).

Keputusan pahit itu terpaksa diambil lantaran sang ayah Risna (Samade-red) yang selama ini bekerja sebagai tenaga kebersihan di pasar tradisional Marawi, kehilangan pekerjaannya. Sejak itu, ekonomi keluarga Risna semakin goyah.

Samade mengaku pasrah. Sejak pekerjaannya diambil alih oleh orang lain di pasar Marawi, ia hanya bisa mengandalkan pekerjaan serabutan yang hasilnya tidak menentu.

Baca Juga :  Ketua IWO Sidrap Jadi Pemateri di SMPN 1 Sengkang

“Untuk makan saja sudah susah, apalagi biaya sekolah. Saya merasa gagal sebagai orang tua,” ucapnya dengan suara bergetar.

Risna sendiri sempat bercita-cita menjadi seorang guru agar bisa mendidik anak-anak di kampung tersebut. Namun, kini ia harus menahan keinginan itu. “Saya ingin sekolah lagi, tapi bapak tidak sanggup lagi. Saya bantu saja di rumah,” kata Risna sambil menunduk.

Pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan program bantuan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu. Namun, tidak semua keluarga miskin mampu mengaksesnya.

Baca Juga :  Bupati Mateng Tingkatkan Kualitas Pendidikan

“Banyak orang tua yang tidak tahu prosedur pengajuan bantuan. Ini menjadi tantangan kami agar semua anak bisa tetap bersekolah,” ujar Samade

Sejumlah warga setempat, berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan. “Kalau anak-anak seperti Risna tidak bisa sekolah, bagaimana masa depan desa ini? Kami khawatir mereka akan terjebak dalam kemiskinan turun-temurun,” tegasnya.

Kisah Risna menjadi pengingat bahwa di balik gencarnya program pendidikan gratis, masih banyak anak-anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena orang tuanya kehilangan pekerjaan.

Penulis : Narwadi
Editor : Adhy

Penulis : Adhy

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammad Adil Tambono Terima Bantuan Pemerintah sebagai Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah Tahun 2026
Relima 2026 Hadir di Polewali Mandar, Kepala Dinas Beri Ruang Strategis untuk Pengembangan Literasi
Mata Garuda Sulbar Bergerak: Webinar Pendidikan Jadi Seruan Darurat Atasi ATS di Sulbar
Bupati Mateng Tingkatkan Kualitas Pendidikan
TK PGRI Sereang Turut Meriahkan Pentas Seni Lomba Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Disdikbud Sidrap Salurkan PIP ke 5.939 Peserta Didik SD dan SMP
Dikbud Pinrang Dapat Penghargaan Tertinggi Dalam Pelayanan Publik
Nadiem Keluhkan Ratusan Aplikasi Bidang Pendidikan Tidak Bermanfaat
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:06 WIT

Muhammad Adil Tambono Terima Bantuan Pemerintah sebagai Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah Tahun 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIT

Relima 2026 Hadir di Polewali Mandar, Kepala Dinas Beri Ruang Strategis untuk Pengembangan Literasi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:11 WIT

Mata Garuda Sulbar Bergerak: Webinar Pendidikan Jadi Seruan Darurat Atasi ATS di Sulbar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:45 WIT

Bupati Mateng Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 8 September 2025 - 10:48 WIT

Mimpi Jadi Guru Pupus, Risna Berhenti Sekolah karena Ayah Kehilangan Pekerjaan

Berita Terbaru