Majalengka – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional, Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan dalam melakukan panen sayur kangkung sebanyak 7 kilogram, hasil dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan di bidang pertanian, Kamis (20/02).
Panen yang dilakukan pada hari ini merupakan bagian dari kegiatan budi daya pertanian yang dikembangkan di dalam Lapas. Kepala Lapas Majalengka, Suriyanta Leonardo Situmorang, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Dengan keterampilan yang mereka peroleh, diharapkan nantinya dapat menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Suriyanta.
Sayur kangkung yang dipanen ini merupakan hasil dari metode tanam sederhana yang dikembangkan di area Lapas dengan memanfaatkan lahan terbatas. Para warga binaan dibimbing secara langsung oleh petugas Lapas dalam proses penanaman hingga panen, sehingga mereka dapat memahami teknik bercocok tanam yang baik dan benar.
Keberhasilan ini menambah daftar capaian Lapas Majalengka dalam memberdayakan warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Selain pertanian, Lapas Majalengka juga terus mengembangkan berbagai keterampilan lain, seperti peternakan dan usaha produktif lainnya, guna memberikan manfaat bagi warga binaan dan mendukung program pemerintah di sektor ketahanan pangan.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa, meskipun berada di dalam lembaga pemasyarakatan, warga binaan tetap dapat berperan aktif dalam mendukung program-program pembangunan yang lebih besar, seperti ketahanan pangan nasional.









