Bupati Mamuju Tengah Pastikan Nasib PPPK Aman, Rela Tunda Pembangunan demi Gaji Pegawai

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 19:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU TENGAH – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, bergerak cepat merespons keresahan terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Isu ini mencuat menyusul adanya regulasi pembatasan belanja pegawai yang mulai menghantui berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras, meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga PPPK, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang simpang siur.

Kekhawatiran yang berkembang bersumber dari implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Aturan tersebut mewajibkan pemerintah daerah membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga :  BPBJ Mateng Selenggarakan Bimtek dan Pendampingan Penginputan PAPBJ TA 2026

Arsal mengakui bahwa kondisi fiskal Mamuju Tengah saat ini berada dalam posisi dilematis. Saat ini, proporsi belanja pegawai di Mateng telah melampaui angka 40 persen, bahkan sebelum menghitung secara penuh komponen beban PPPK yang baru.

”Jika kebijakan ini dipaksakan tanpa melihat kondisi riil di daerah, dampaknya sangat besar. Tidak hanya PPPK, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan tenaga PNS,” ujar Arsal saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis (2/4/2026).

Menghadapi tekanan fiskal dan pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat, Pemkab Mateng telah menyiapkan langkah strategis.

Arsal berencana mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat untuk meminta peninjauan kembali atau penundaan implementasi aturan belanja pegawai tersebut.

Baca Juga :  Bupati Arsal Aras Serahkan SK kepada 156 PNS Formasi 2024, Tekankan Integritas dan Loyalitas Mengabdi di Mamuju Tengah

Upaya diplomasi ini bertujuan agar daerah memiliki ruang transisi untuk membenahi struktur anggaran tanpa harus melakukan pemecatan massal.

Komitmen Utamakan Tenaga Kerja

Bupati Arsal menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kesejahteraan tenaga kerja dibandingkan proyek fisik atau pembangunan infrastruktur.

”Saya meminta agar tidak panik. Fokuslah bekerja. Prinsip kami di Pemda, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, kami bersedia menunda pembangunan demi kepentingan (gaji dan status) PPPK,” tegasnya.

Meski demikian, ia memberikan catatan bahwa langkah pahit seperti merumahkan pegawai hanya akan menjadi opsi terakhir jika kondisi keuangan benar-benar sudah buntu dan pemangkasan anggaran dari pusat terus terjadi secara ekstrem.(*)

Penulis : ST

Editor : Adhy

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Sosialisasikan Aplikasi Penilaian Organoleptik kepada 106 PIC Satuan Pendidikan
Karang Taruna Desa Topoyo Gelar Jalan Santai, Semarakkan HUT RI ke-81
Tak Hanya Balita dan Ibu Hamil, Lansia Kini Jadi Prioritas Layanan Posyandu di Mamuju Tengah
Sukses Gelar Turnamen Tanpa APBD, Kades dan Camat Pangale Dapat Apresiasi dari Bupati Arsal
Anggaran Paskibraka Mamuju Tengah Tahun 2026 Rp402 Juta, Formasi Tetap Lengkap
Berikhtiar Spiritual untuk Bangsa, Doa dan Zikir Perkuat Semangat Kemerdekaan di Mamuju Tengah
El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Pemkab Mamuju Tengah Imbau Warga Tidak Membakar Lahan Tanpa Pengawasan
Bupati Mamuju Tengah Ajak Orang Tua Sukseskan Program BIAS Demi Lindungi Anak dari Penyakit Berbahaya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:15 WIT

SPPG Sosialisasikan Aplikasi Penilaian Organoleptik kepada 106 PIC Satuan Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:23 WIT

Tak Hanya Balita dan Ibu Hamil, Lansia Kini Jadi Prioritas Layanan Posyandu di Mamuju Tengah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:43 WIT

Sukses Gelar Turnamen Tanpa APBD, Kades dan Camat Pangale Dapat Apresiasi dari Bupati Arsal

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Anggaran Paskibraka Mamuju Tengah Tahun 2026 Rp402 Juta, Formasi Tetap Lengkap

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:29 WIT

Berikhtiar Spiritual untuk Bangsa, Doa dan Zikir Perkuat Semangat Kemerdekaan di Mamuju Tengah

Berita Terbaru