Makassar – Dalam waktu hanya 24 jam, para guru SMA/SMK se-Sulawesi Selatan berhasil melahirkan dua inovasi digital yang akan membawa perubahan signifikan bagi dunia pendidikan. Melalui Hackathon Guru Merah Putih, maraton inovasi yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, lahirlah Aplikasi Setoran Hafalan Juz 30 dan Pencegahan dan Pelaporan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKS). Ahad (10/08/2025)
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Selatan terkait program hafalan Juz 30 bagi guru dan tenaga kependidikan, sekaligus implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Selama maraton 1×24 jam, para peserta yang terbagi dalam tim programmer, tim konten, dan tim desain grafis saling berkoordinasi untuk membangun aplikasi dari nol. Tim programmer fokus merancang fungsi dan sistem, tim konten menyiapkan materi edukasi dan tata cara penggunaan, sementara tim desain grafis menciptakan antarmuka yang menarik dan mudah diakses.
Plt. Kepala Bidang PTK Disdik Sulsel, Anshar Syukur, menyampaikan kebanggaannya atas dedikasi peserta. “Guru-guru kita membuktikan bahwa mereka mampu berinovasi di luar ruang kelas. Dalam waktu singkat, mereka menciptakan solusi digital yang bermanfaat langsung untuk pembelajaran dan perlindungan siswa,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan perpaduan antara nilai spiritual dan teknologi. “Program hafalan Juz 30 yang dikolaborasikan dengan inovasi digital adalah langkah strategis untuk membangun karakter sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di Sulawesi Selatan,” katanya.
Dengan hasil yang dicapai, Hackathon Guru Merah Putih diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggabungkan penguatan karakter dan inovasi teknologi dalam memajukan pendidikan.(*)









