Polisi Usut Kasus Dugaan Penipuan 50 Warga Bone

- Jurnalis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 01:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE – Polisi tengah mengusut kasus penipuan modus modal usaha terhadap 50 warga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan total kerugian mencapai Rp 3 miliar.

Warga yang menjadi korban akan dimintai keterangan pekan depan.
“Laporannya baru masuk hari Kamis untuk pelapornya perempuan berinisial R. Untuk pemeriksaannya kita jadwalkan di minggu depan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Yusriadi Yusuf kepada awak media, Jumat (13/12/2024).

Yusriadi mengatakan pihaknya akan mengambil keterangan semua korban. Penyidik berharap para korban mempersiapan bukti dugaan penipuan tersebut.

Intinya kita dalami dulu laporan korban keseluruhan. Kami juga meminta korban untuk melampirkan seluruh bukti yang dimiliki,” katanya.

Baca Juga :  Petugas Rutan Poso Gagalkan Penyelundupan Narkotika

Dia menuturkan, setelah semua korban dimintai keterangan, penyidik baru akan memeriksa pihak perbankan. Dia menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan.

Pasti semua akan kita klarifikasi, termasuk pihak perbankan. Kasus ini masih dalam lidik,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 50 warga Dusun Talaga, Desa Lompu, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, menjadi korban penipuan oleh warga satu kampungnya sendiri bernama Nurmiati. Total kerugian seluruh korban mencapai Rp 3 miliar.

“Ada satu kampung kami bernama Nurmiati yang butuh modal usaha, dan kita bantu urus di bank karena dia sendiri mau bayar angsurannya. Korbannya keseluruhan lebih 50 orang, dengan total uang Rp 3 miliar,” ujar Warga Desa Lompu, Kecamatan Cina Rahmawati (25), Jumat (13/12).

Baca Juga :  Tabrakan Berujung Penyiksaan, Korban Dianiaya Lalu Diseret Kedalam Mobil 

Rahmawati mengatakan, awalnya Nurmiati datang di rumahnya di Desa Lompu sekitar Mei 2024 lalu. Dia meminta KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk diuruskan modal usaha di salah satu bank.

“Setelah dikasih KTP dan KK, selebihnya dia mi yang urus. Nanti datang tim survei dari bank, saya diberi barang kosmetik Nurmiati yang difoto sebagai jaminan modal usaha. Intinya pada saat permohonan bukan kita yang ke bank, kita nanti ke bank pada saat tanda tangan pencairan,” katanya.

 

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tabrakan Berujung Penyiksaan, Korban Dianiaya Lalu Diseret Kedalam Mobil 
Pastikan situasi aman dan terkendali Babinsa 1405-04/Soppeng Riaja Laksanakan Pemantauan Luapan Sungai Balusu
Personel Koramil 1405-08/Tanete Riaja Gelar Karya Bakti Bersihkan Bahu Jalan dan Parit
Kasus Open BO Berujung Maut, Polisi Beberkan Motif Pembunuhan di Wisma Tanrutedong
Dengan Semangat Nasionalisme, Serka Erfan Jadi Pelatih Paskibraka
Timsus Kodam Gulung Satu Kelompok Passibis di Sidrap. 40 Pelaku di Amankan
Anak Umur 8 Tahun Disekap Keluarganya Dengan Menggunakan Parang
Enam Napi Kabur dari Lapas Wamena. Salah Satunya Komandan KKB
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:31 WIT

Tabrakan Berujung Penyiksaan, Korban Dianiaya Lalu Diseret Kedalam Mobil 

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:18 WIT

Pastikan situasi aman dan terkendali Babinsa 1405-04/Soppeng Riaja Laksanakan Pemantauan Luapan Sungai Balusu

Kamis, 9 Oktober 2025 - 10:10 WIT

Personel Koramil 1405-08/Tanete Riaja Gelar Karya Bakti Bersihkan Bahu Jalan dan Parit

Jumat, 12 September 2025 - 20:42 WIT

Kasus Open BO Berujung Maut, Polisi Beberkan Motif Pembunuhan di Wisma Tanrutedong

Senin, 11 Agustus 2025 - 06:14 WIT

Dengan Semangat Nasionalisme, Serka Erfan Jadi Pelatih Paskibraka

Berita Terbaru