Ternyata Haji Safri dan Soraja comunity di Balik Terbentuknya Relawan Kawan 54 dan berkomitmen Kawal Kemenangan Andi Ina – Abustan di pilkada barru

- Jurnalis

Senin, 21 Oktober 2024 - 09:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barru,palanro_Komunitas Soraja di palanro berkolaborasi dengan tokoh masyarakat H.safri melaksanakan acara deklarasi dukungan Kawan 54 di palanro Kecamatan Mallusetasi pada hari ahad 20/10/2024.

ribuan masyarakat, terutama dari kalangan pemuda, berkumpul dalam Deklarasi Relawan Kawan 54 untuk mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari dan Abustan. Acara ini dihadiri oleh banyak tokoh penting, dan menjadi momen berharga bagi pasangan Andi Ina-Abustan dalam perjalanan menuju Pilkada Barru 2024.

Asrul Hatta, Koordinator Relawan Kawan 54, dalam sambutannya menyampaikan, “Insyaallah kami mendoakan dan berkomitmen kemenangan Andi Ina – Abustan pada tanggal 27 November.” Ia juga menjelaskan sejarah terbentuknya Kawan 54, yang mengambil nama dari pembina mereka Haji Safri, serta makna di balik pilihan istilah “Kawan” yang melambangkan kebersamaan dan perjuangan hingga kemenangan.

Menurut Asrul, Kawan adalah singkatan dari “Kawal Sampai Menang,” yang mencerminkan semangat perjuangan mereka.

Asrul juga menyampaikan tiga poin penting dalam deklarasi ini:

1. Pammulai Pole Ri Niatta – Deklarasi ini berawal dari niat yang tulus dan ikhlas. Mereka mewakafkan gerakan ini untuk kebaikan Barru.

2. Pammulai Pole Ri Pikiratta – Mereka yakin bahwa pasangan Andi Ina – Abustan akan mampu membangun Barru menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Dandim 1425 Jeneponto Dampingi Pj. Bupati Jeneponto Menerima Dan Silaturahmi Dengan Jamaah Haji Kloter 36 tahun 2024

3. Pammulai Dari Gerakan Ta – Mengajak masyarakat terdekat untuk ikut bergerak dan memenangkan pasangan ini.

Setelah pembacaan deklarasi oleh Kawan 54 di hadapan ribuan masyarakat, acara dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi oleh Andi Ina Kartika Sari dan Abustan.

Visi dan Misi: Tiga Pilar Utama untuk Barru

Dalam sambutannya, Andi Ina Kartika Sari menyapa masyarakat dan tokoh-tokoh yang hadir. Ia menekankan pentingnya koreksi dan masukan dari masyarakat jika ada langkah yang keliru, baik dirinya maupun Abustan. “Komitmen kami pada tiga pilar utama dalam visi dan misi kami adalah: berkeadilan, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Andi Ina.

Abustan menambahkan, “Generasi milenial yang hadir hari ini adalah penerus masa depan Barru. Kami akan membangun pondasi ekonomi melalui pengembangan Kawasan Industri Barru yang terintegrasi dengan pelabuhan, program jangka panjang untuk seluruh masyarakat Barru.” Abustan juga menekankan pentingnya tidak hanya mengedepankan program bagi-bagi, tetapi membangun ekonomi Barru secara fundamental, dengan 15 program prioritas yang disusun berdasarkan pengalamannya selama puluhan tahun.

Salah satu program unggulan mereka adalah subsidi UKT bagi mahasiswa Barru, mengingat sekitar 50% mahasiswa di daerah ini tidak melanjutkan pendidikan karena kendala biaya. Selain itu, mereka berkomitmen mengembangkan UMKM dan startup di Barru serta memanfaatkan potensi besar dari sektor pertambangan, pertanian, dan peternakan.

Baca Juga :  Ombudsman Puji Pelaksanaan SKD CPNS Kemenkumham Jateng: Ramah Disabilitas dan Ibu Hamil

Dalam sesi diskusi, Firdaus dari komunitas pesisir Lapakaka mengangkat isu kurangnya perhatian terhadap kegiatan di wilayah pesisir, sementara Muhammad Aqil Sadiq, seorang mahasiswa, menanyakan pemerataan akses pendidikan antara kota dan pedalaman serta isu dinasti politik. Devi Permatasari, pemilik DFC (ayam crispy), bertanya tentang penurunan daya beli masyarakat di Barru.

Andi Ina dan Abustan menjawab secara lugas, menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja yang mampu mendistribusikan ekonomi secara merata. Abustan berbagi pengalamannya selama 7 tahun sebagai Kepala Dinas Pendidikan, termasuk usahanya mendirikan SMP Harapan dengan konsep asrama sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan dan ini menjadi perhatian serius dan tentunya integrasi teknologi bagi sektor pendidikan juga menjdi prioritas . Selain itu, mereka berkomitmen membenahi kebijakan pendidikan, termasuk standar pelayanan minimal yang belum berjalan optimal.

Mengenai ekonomi, mereka mengidentifikasi masalah efek backwash effect, di mana ekonomi Barru terhisap oleh kota-kota besar seperti Parepare dan Makas

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mamose, Saat Ikatan Leluhur Kembali Diperteguh di Lempo Gandeng
Silaturahim dan Pengukuhan DPD KKB Todilaling Berlangsung Sakral, dihadiri perangkat Adza Matoa Balanipa dan Perangkat adat Banua Kaeyyang
Kebakaran di Stasiun Pengisian BBM di Bahodopi Hanguskan Satu Unit Mobil
Selamat! BPBD Mamuju Tengah Cetak Prestasi pada HKBN 2026 Tingkat Provinsi Sulbar
Desa Batupute masuk 15 besar desa terbaik nasional
Warga Dusun Barangtang Desa Manuba berharap bantuan pemerintah.
Warga Dusun Barangtang Desa batu pute berharap bantuan pemerintah
PAC Pemuda Pancasila mallusetasi kabupaten barru laksanakan bukber dan bagi takjil
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:14 WIT

Mamose, Saat Ikatan Leluhur Kembali Diperteguh di Lempo Gandeng

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:44 WIT

Silaturahim dan Pengukuhan DPD KKB Todilaling Berlangsung Sakral, dihadiri perangkat Adza Matoa Balanipa dan Perangkat adat Banua Kaeyyang

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:25 WIT

Kebakaran di Stasiun Pengisian BBM di Bahodopi Hanguskan Satu Unit Mobil

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:13 WIT

Selamat! BPBD Mamuju Tengah Cetak Prestasi pada HKBN 2026 Tingkat Provinsi Sulbar

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:46 WIT

Desa Batupute masuk 15 besar desa terbaik nasional

Berita Terbaru