Dosen Untad Telusuri Stigma Masyarakat terhadap Anak Berkonflik dengan Hukum di Palu

- Jurnalis

Senin, 23 September 2024 - 15:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu, 23 September 2024 – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu, Hasrudin, menyambut hangat kedatangan dua dosen Universitas Tadulako (Untad) yang tengah melakukan penelitian terkait stigma masyarakat terhadap anak yang berkonflik dengan hukum di Kota Palu. Kunjungan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan lembaga pemasyarakatan dalam upaya memahami dan mengatasi permasalahan anak dalam sistem peradilan pidana.

Fidyah Faramitha Utami, selaku ketua tim peneliti, mengungkapkan bahwa penelitian ini tidak hanya sebagai bentuk kewajiban akademik, namun juga bertujuan untuk memperkaya bahan ajar dan meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu anak berkonflik dengan hukum. “Kami ingin menggali lebih dalam bagaimana stigma masyarakat mempengaruhi proses reintegrasi sosial anak setelah menjalani masa pidana,” ujar Fidyah.

Baca Juga :  Bupati barru merasa bangga terhadap keberhasilan yang telah ditunjukkan oleh para alumni IKA Spadel

Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan wawancara mendalam dengan Jaya Saputra, seorang petugas pembimbing kemasyarakatan (PK) di Bapas Kelas I Palu. Jaya Saputra memberikan data dan informasi yang sangat berharga terkait kasus-kasus yang ditangani, serta tantangan yang dihadapi dalam membimbing anak-anak tersebut.

Menanggapi penelitian ini, Kepala Bapas Kelas I Palu, Hasrudin, menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Kami sangat mendukung penelitian ini karena memang permasalahan anak yang berkonflik dengan hukum di Kota Palu cukup kompleks. Stigma negatif dari masyarakat seringkali menjadi penghalang bagi anak untuk kembali berintegrasi ke dalam lingkungan sosialnya,” ungkap Hasrudin.

Baca Juga :  Rutan Palu Motivasi Warga Binaan Jadi Pribadi Yang Lebih Baik

Senada dengan Hasrudin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kasus anak berkonflik dengan hukum. “Bapas Kelas I Palu telah berupaya maksimal dalam memberikan pendampingan dan pembimbingan kepada anak-anak ini, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” tegas Hermansyah.

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mamose, Saat Ikatan Leluhur Kembali Diperteguh di Lempo Gandeng
Silaturahim dan Pengukuhan DPD KKB Todilaling Berlangsung Sakral, dihadiri perangkat Adza Matoa Balanipa dan Perangkat adat Banua Kaeyyang
Kebakaran di Stasiun Pengisian BBM di Bahodopi Hanguskan Satu Unit Mobil
Selamat! BPBD Mamuju Tengah Cetak Prestasi pada HKBN 2026 Tingkat Provinsi Sulbar
Desa Batupute masuk 15 besar desa terbaik nasional
Warga Dusun Barangtang Desa Manuba berharap bantuan pemerintah.
Warga Dusun Barangtang Desa batu pute berharap bantuan pemerintah
PAC Pemuda Pancasila mallusetasi kabupaten barru laksanakan bukber dan bagi takjil
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:14 WIT

Mamose, Saat Ikatan Leluhur Kembali Diperteguh di Lempo Gandeng

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:44 WIT

Silaturahim dan Pengukuhan DPD KKB Todilaling Berlangsung Sakral, dihadiri perangkat Adza Matoa Balanipa dan Perangkat adat Banua Kaeyyang

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:25 WIT

Kebakaran di Stasiun Pengisian BBM di Bahodopi Hanguskan Satu Unit Mobil

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:13 WIT

Selamat! BPBD Mamuju Tengah Cetak Prestasi pada HKBN 2026 Tingkat Provinsi Sulbar

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:46 WIT

Desa Batupute masuk 15 besar desa terbaik nasional

Berita Terbaru