Kopdes Belum Jelas Hasilnya, Kemenkop Malah Minta Rp1,25 T Lagi, Publik Pun Tertawa

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 06:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Rencana Kementerian Koperasi (Kemenkop) meminta tambahan anggaran sebesar Rp1,25 triliun untuk program Koperasi Desa (Kopdes) pada 2027 menuai sorotan.

Alih-alih mendapat tepuk tangan, kabar tambahan anggaran tersebut justru mengundang tanda tanya. Di tengah tuntutan agar setiap program pemerintah menunjukkan hasil yang jelas dan terukur, publik mempertanyakan urgensi penambahan anggaran dalam jumlah besar tersebut.

Program belum sepenuhnya terlihat hasilnya, tetapi kebutuhan anggaran kembali diajukan. Bagi sebagian masyarakat, situasi ini terdengar seperti pola lama: program jalan, anggaran menyusul, lalu tambahan anggaran kembali diminta.

Kritik pun bermunculan. Publik tidak sekadar mempertanyakan angka Rp1,25 triliun, tetapi juga ingin mengetahui sejauh mana efektivitas program Kopdes selama ini.

Baca Juga :  Warga Tumbit Melayu Bersikeras Menuntut Ganti Rugi Lahan Yang Belum Terbayarkan Oleh PT Berau Coal

Apa yang sudah dihasilkan? Berapa koperasi yang benar-benar berkembang? Berapa desa yang merasakan manfaatnya? Dan yang paling penting, bagaimana ukuran keberhasilannya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting sebelum pemerintah kembali meminta tambahan anggaran.

Pasalnya, uang yang digunakan untuk menjalankan program pemerintah bukanlah uang tanpa batas. Anggaran negara berasal dari penerimaan negara yang pada akhirnya bersumber dari masyarakat.

Karena itu, ketika tambahan anggaran diajukan, publik wajar meminta pertanggungjawaban: hasilnya apa?

Jika evaluasi program belum disampaikan secara meyakinkan, permintaan tambahan Rp1,25 triliun tentu mudah menjadi bahan sindiran.

Publik seolah berkata, “Programnya belum kelihatan hasilnya, kok dompetnya sudah diminta dibuka lagi?”

Baca Juga :  Ikang Fawzi Pertama Kali Temukan Marissa Haque Sudah Tak Bergerak di Tempat Tidur

Namun demikian, tambahan anggaran tidak otomatis berarti program tersebut buruk. Pemerintah tetap memiliki ruang untuk menjelaskan alasan kebutuhan anggaran, target yang ingin dicapai, mekanisme penggunaan dana, serta indikator keberhasilannya.

Justru di titik inilah transparansi menjadi penting.

Jika Kemenkop mampu menunjukkan bahwa tambahan Rp1,25 triliun tersebut benar-benar dibutuhkan, memiliki target terukur, dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa, kritik publik tentu bisa dijawab dengan data.

Sebaliknya, jika publik hanya disuguhi angka tanpa penjelasan mengenai hasil dan manfaat, maka tawa dan sinisme masyarakat bukan sesuatu yang mengejutkan.

Rp1,25 triliun bukan angka kecil. Publik berhak tahu: uang sebanyak itu akan menghasilkan apa?

Penulis : Adhy

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Bilang MBG Tak Bermasalah, Guru dan Orang Tua Malah Bersuara: Siapa yang Harus Dipercaya?
Purbaya Mendadak Dicopot dari Kursi Menkeu, Ada Apa di Balik Keputusan Mengejutkan Ini?
DPRD Mamuju Tengah Berikan Dukungan Penuh kepada Kontingen Pesparawi Tingkat Nasional di Manokwari
Relima 2026 Hadir di Polewali Mandar, Kepala Dinas Beri Ruang Strategis untuk Pengembangan Literasi
Dari Mateng ke Jakarta, Nirwanasari Aras Kawal Sekolah Rakyat
Babinsa Koramil 15/Tiro Dampingi dan Amankan Bazar Murah di Tiro/Truseb
Fadia Arafiq Dijerat Pasal Langka
Pembagian Takjil Kodim 1404/Pinrang di Depan KDKMP Kelurahan Siparappe Diserbu Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:36 WIT

Kopdes Belum Jelas Hasilnya, Kemenkop Malah Minta Rp1,25 T Lagi, Publik Pun Tertawa

Selasa, 15 September 2026 - 06:22 WIT

Kepala BGN Bilang MBG Tak Bermasalah, Guru dan Orang Tua Malah Bersuara: Siapa yang Harus Dipercaya?

Selasa, 15 September 2026 - 06:11 WIT

Purbaya Mendadak Dicopot dari Kursi Menkeu, Ada Apa di Balik Keputusan Mengejutkan Ini?

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:46 WIT

DPRD Mamuju Tengah Berikan Dukungan Penuh kepada Kontingen Pesparawi Tingkat Nasional di Manokwari

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIT

Relima 2026 Hadir di Polewali Mandar, Kepala Dinas Beri Ruang Strategis untuk Pengembangan Literasi

Berita Terbaru