Tujuh Anggota Satuan Reserse Polres Polman Menjalani Penempatan Khusus Pasca Meninggalnya Tujuh Tahanan

- Jurnalis

Sabtu, 14 September 2024 - 18:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Dalam perkembangan terbaru mengenai kematian seorang tahanan di Polres Polman, Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol. Slamet Wahyudi, mengonfirmasi bahwa tujuh anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Polman kini tengah menjalani penempatan khusus. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meninggalnya RN, seorang tahanan kasus pencurian biji kakao, yang menyebabkan perhatian serius dari kepolisian setempat.

“Kami sudah mengamankan tujuh anggota personel reskrim Polres Polman yang diduga terlibat langsung dan saat ini mereka telah ditempatkan di penempatan khusus atau Patsus,” ujar Kombes Pol. Slamet Wahyudi dalam keterangan persnya pada Sabtu (14/9/2024).

Sebelumnya, Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh personel Polres Polewali Mandar (Polman) terkait kasus ini. RN ditemukan meninggal dunia di sel tahanan, yang memicu penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab kematiannya dan potensi adanya kelalaian atau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kepolisian.

Baca Juga :  Karyawan Dituding Curi BBM, Manajer Perusahaan Jadi Tersangka

Kombes Pol. Slamet Wahyudi menegaskan bahwa Polda Sulbar berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam proses pemeriksaan kasus ini, sesuai dengan arahan Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar. Penyelidikan bertujuan untuk memastikan semua prosedur dipatuhi dan tidak ada pihak yang terlibat dalam tindakan yang menyimpang dari standar operasional kepolisian.

Baca Juga :  Diduga Buka Praktik Prostitusi di Bali, 2 Cewek Rusia Digerebek Imigrasi

“Jika dalam penyelidikan Propam ditemukan adanya pelanggaran oleh anggota, kami pastikan akan memberikan sanksi tegas bagi mereka yang terlibat,” tegas Kombes Pol. Slamet Wahyudi.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa proses pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas institusi kepolisian dan memastikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. Kepolisian setempat dan Propam Polda Sulbar kini tengah berfokus pada investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab kematian RN serta potensi pelanggaran yang mungkin terjadi selama proses penahanan. Publik diimbau untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada aparat hukum untuk menyelesaikan penyelidikan secara objektif dan profesional.

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tabrakan Berujung Penyiksaan, Korban Dianiaya Lalu Diseret Kedalam Mobil 
Pastikan situasi aman dan terkendali Babinsa 1405-04/Soppeng Riaja Laksanakan Pemantauan Luapan Sungai Balusu
Personel Koramil 1405-08/Tanete Riaja Gelar Karya Bakti Bersihkan Bahu Jalan dan Parit
Kasus Open BO Berujung Maut, Polisi Beberkan Motif Pembunuhan di Wisma Tanrutedong
Dengan Semangat Nasionalisme, Serka Erfan Jadi Pelatih Paskibraka
Timsus Kodam Gulung Satu Kelompok Passibis di Sidrap. 40 Pelaku di Amankan
Anak Umur 8 Tahun Disekap Keluarganya Dengan Menggunakan Parang
Enam Napi Kabur dari Lapas Wamena. Salah Satunya Komandan KKB
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:31 WIT

Tabrakan Berujung Penyiksaan, Korban Dianiaya Lalu Diseret Kedalam Mobil 

Rabu, 25 Februari 2026 - 09:18 WIT

Pastikan situasi aman dan terkendali Babinsa 1405-04/Soppeng Riaja Laksanakan Pemantauan Luapan Sungai Balusu

Kamis, 9 Oktober 2025 - 10:10 WIT

Personel Koramil 1405-08/Tanete Riaja Gelar Karya Bakti Bersihkan Bahu Jalan dan Parit

Jumat, 12 September 2025 - 20:42 WIT

Kasus Open BO Berujung Maut, Polisi Beberkan Motif Pembunuhan di Wisma Tanrutedong

Senin, 11 Agustus 2025 - 06:14 WIT

Dengan Semangat Nasionalisme, Serka Erfan Jadi Pelatih Paskibraka

Berita Terbaru