BANDUNG – Video viral seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) yang diduga dipaksa memakan daging hewan liar menyerupai musang di Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tengah menjadi perhatian publik. Kejadian ini memicu kekecewaan keluarga korban hingga melaporkannya ke pihak berwajib.
Kasus ini bermula dari beredarnya video berdurasi 15 detik yang memperlihatkan seorang anak ABK sedang menyantap daging di atas piring, sementara terdengar suara orang mengolok-oloknya di latar belakang.
Rekaman tersebut diduga diunggah ke TikTok hingga akhirnya sampai ke pihak keluarga korban. Merasa terpukul dan sakit hati, keluarga korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Katapang.
Kanit Reskrim Polsek Katapang, Iptu Acep Wijaya, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebut kasus ini kini ditangani Polresta Bandung.

“Benar, keluarga korban telah melapor. Aduannya berkaitan dengan viralnya video tersebut. Kasus ini sudah kami serahkan ke Polresta Bandung untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Acep, dikutip dari laman resmi Polda Jabar, Selasa (17/12/2024).
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengaku sudah menangkap tiga pelaku, yakni Jeri Hendri Yansyah, Risal Nurdiana dan Wahyu alias Okay. Saat ini ketiga pelaku masih dalam pemeriksaan.
“Pelaku yang diamankan, ketiganya ini masih kami lakukan pemeriksaan, yang mana dari ketiga tersebut perannya masing-masing,” ujar Kombes Kusworo di Mapolresta Bandung, Soreang, Selasa (17/12/2024).
Dia menyampaikan, ketiga pelaku memiliki peran masing-masing dalam perundungan yang dilakukan pada Selasa (10/12/2024) pukul 22.27 WIB.
“Jadi Jeri yang mempunyai akun tiktok dan meng-upload video, kemudian Risal yang merekam video dan mengunggah ke status WA dan Wahyu alias Okay yang berkata dalam video ‘Mabuk dulu mabuk dulu seperti anjing yang belum makan tiga hari ini mah’,” ucapnya.
Motif ketiga pelaku, lanjut dia hanya iseng agar viral dan menambah follower akun TikToknya. “Awalnya iseng-iseng kemudian biar viral mencari follower, tapi begitu ini viral justru yang bersangkutan menutup akunnya karena ketakutan,” katanya.
Menurutnya, daging yang diberikan kepada korban merupakan daging musang hasil buruan ketiga pelaku. “Dari hasil buruan dan dimasak juga oleh para pelaku,” ucapnya.
Dia menuturkan, korban dan pelaku bukan anak di bawah umur. Saat ini petugas masih mendalami ketiga pelaku, apakah kejadian ini baru pertama kali atau tidak.
“Ini masih kita lakukan pendalaman sementara informasi yang disampaikan kepada kami ini baru yang pertama kali, namun kami akan terus lakukan pendalaman,” katanya.









