MAMUJU TENGAH, REFORTASE.ID – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Identifikasi Program dan Focus Group Discussion (FGD) Tematik yang dilaksanakan di Aula Wisma Khaymoto, Senin (28/7/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan, dunia usaha, hingga akademisi. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif sebagai pedoman pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Mamuju Tengah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mamuju Tengah, Amrullah, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menyusun program yang saling mendukung dan selaras dengan arah pembangunan daerah.
Dalam forum diskusi, masing-masing perangkat daerah melakukan identifikasi program dan kegiatan berdasarkan dokumen RPJMD serta Rencana Strategis (Renstra) sebagai bahan penyusunan RAD-KSB. Langkah ini bertujuan agar kebijakan yang dihasilkan terintegrasi, tepat sasaran, serta mampu mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berdaya saing dan ramah lingkungan.
Penyusunan RAD-KSB merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako. Dokumen yang disusun nantinya akan ditetapkan melalui Peraturan Bupati sebagai peta jalan pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan yang memuat arah kebijakan, strategi, program, serta penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
Melalui penyusunan RAD-KSB, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap tercipta tata kelola perkebunan kelapa sawit yang produktif, berdaya saing, bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, serta mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Penulis : ST
Editor : Adhy









