Mamuju Tengah DPRD Mamuju Tengah Bedah LKPJ Bupati 2025 dan Dua Ranperda Strategis

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 18:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU TENGAH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Rabu (1/4/2026).

Selain mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Mateng ini juga menyoroti dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) penting, yakni Ranperda tentang Kelembagaan dan Ranperda Penetapan Desa.

Wakil Ketua DPRD Mateng, Sulmi, yang memimpin jalannya persidangan, menegaskan bahwa pembahasan LKPJ merupakan instrumen krusial dalam menjalankan fungsi pengawasan legislatif. Menurutnya, evaluasi ini berpijak pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 guna memastikan transparansi pemerintahan.

Baca Juga :  Mamuju Tengah Raih Juara I Jamsostek Award 2026, Bukti Komitmen Lindungi Seluruh Pekerja

”Melalui LKPJ ini, kita ingin memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar serapan anggaran,” tegas Sulmi di hadapan jajaran pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.

Dalam paripurna tersebut, DPRD memberikan atensi khusus pada dua regulasi yang tengah digodok, yakni proyeksi penataan struktur organisasi perangkat daerah agar birokrasi menjadi lebih ramping, efisien, dan tepat fungsi.

Serta langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum mengenai batas wilayah serta penguatan administrasi di tingkat akar rumput.

Baca Juga :  Cegah Kekerasan, TPPO, dan Perkawinan Anak, Pemkab Mamuju Tengah Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Sidang berlangsung dinamis saat masing-masing fraksi menyampaikan pandangan umum dan catatan kritisnya.

Sejumlah fraksi menekankan pentingnya sinkronisasi antara perencanaan anggaran dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Seluruh masukan dan catatan kritis dari tiap fraksi tersebut nantinya akan dihimpun sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan lanjutan.

Hasil akhir dari rangkaian evaluasi ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat di Bumi Lalla’Tasisara tersebut.(*)

Penulis : ST

Editor : Adhy

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Sosialisasikan Aplikasi Penilaian Organoleptik kepada 106 PIC Satuan Pendidikan
Karang Taruna Desa Topoyo Gelar Jalan Santai, Semarakkan HUT RI ke-81
Tak Hanya Balita dan Ibu Hamil, Lansia Kini Jadi Prioritas Layanan Posyandu di Mamuju Tengah
Sukses Gelar Turnamen Tanpa APBD, Kades dan Camat Pangale Dapat Apresiasi dari Bupati Arsal
Anggaran Paskibraka Mamuju Tengah Tahun 2026 Rp402 Juta, Formasi Tetap Lengkap
Berikhtiar Spiritual untuk Bangsa, Doa dan Zikir Perkuat Semangat Kemerdekaan di Mamuju Tengah
El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Pemkab Mamuju Tengah Imbau Warga Tidak Membakar Lahan Tanpa Pengawasan
Bupati Mamuju Tengah Ajak Orang Tua Sukseskan Program BIAS Demi Lindungi Anak dari Penyakit Berbahaya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:15 WIT

SPPG Sosialisasikan Aplikasi Penilaian Organoleptik kepada 106 PIC Satuan Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:23 WIT

Tak Hanya Balita dan Ibu Hamil, Lansia Kini Jadi Prioritas Layanan Posyandu di Mamuju Tengah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:43 WIT

Sukses Gelar Turnamen Tanpa APBD, Kades dan Camat Pangale Dapat Apresiasi dari Bupati Arsal

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Anggaran Paskibraka Mamuju Tengah Tahun 2026 Rp402 Juta, Formasi Tetap Lengkap

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:29 WIT

Berikhtiar Spiritual untuk Bangsa, Doa dan Zikir Perkuat Semangat Kemerdekaan di Mamuju Tengah

Berita Terbaru