DPRD Mamuju Tengah Dorong Lima PKS Samakan Harga TBS untuk Atasi Antrean Truk Sawit

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU TENGAH, REFORTASE.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas persoalan antrean panjang truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lima pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Kabupaten Mamuju Tengah, Selasa (23/6/2026).

 

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Mamuju Tengah, Yulius Sanusi, dan dihadiri perwakilan lima perusahaan kelapa sawit, yakni PT Mitra Andalan Sawit (MAS), PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri (WKSM), PT Surya Raya Lestari II, PT Primanusa Global Lestari, dan PT Trinity Palmas Plantation.

 

Turut hadir anggota DPRD dari berbagai fraksi, di antaranya Muh. Rizal (PKB), Bandia (PDI Perjuangan), Ilham Yunus (Golkar), Herman (Perindo), Ishak (Demokrat), Andi Rudi (PKS), dan Masriadi (Demokrat). Hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, yakni Asisten I Heranto, Staf Ahli Sigit Dwi Hastono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H. Amrullah, serta Kepala Dinas Perhubungan Bahtiar.

Baca Juga :  Staf Ahli Bupati : KLA Tangung Jawab Bersama, Mateng Kejar Predikat Ramah Anak

 

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa perbedaan harga pembelian TBS antarperusahaan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya antrean panjang kendaraan pengangkut sawit.

 

Berdasarkan pemaparan masing-masing perusahaan, PT Mitra Andalan Sawit (MAS) dan PT Trinity Palmas Plantation menetapkan harga pembelian TBS lebih tinggi, berkisar Rp100 hingga Rp200 per kilogram dibandingkan perusahaan lainnya. Kondisi tersebut membuat petani dan sopir truk lebih memilih menjual hasil panen ke dua perusahaan tersebut.

 

Ketua Komisi II DPRD Mamuju Tengah, Yulius Sanusi, menjelaskan bahwa selisih harga tersebut mendorong petani maupun pengangkut sawit dari berbagai daerah, bahkan dari Kabupaten Pinrang, Polewali Mandar, hingga Kabupaten Mamuju, berbondong-bondong menuju perusahaan yang menawarkan harga lebih tinggi.

 

Akibatnya, antrean truk mengular hingga ke ruas Jalan Trans Sulawesi dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Sukses Gelar Turnamen Tanpa APBD, Kades dan Camat Pangale Dapat Apresiasi dari Bupati Arsal

 

“Kondisi ini sudah darurat. Kami memanggil seluruh perusahaan agar duduk bersama mencari solusi terbaik demi kepentingan petani, perusahaan, dan masyarakat,” ujar Yulius Sanusi usai rapat.

 

Melalui RDP tersebut, DPRD Mamuju Tengah mendorong seluruh perusahaan kelapa sawit untuk melakukan penyesuaian harga pembelian TBS agar tidak terjadi kesenjangan yang memicu penumpukan kendaraan di satu lokasi. Selain itu, perusahaan juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pengaturan penerimaan buah sawit sehingga distribusi hasil panen petani dapat berjalan lebih lancar dan tidak mengganggu ketertiban lalu lintas.

 

DPRD berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi dalam mengurai antrean panjang truk sawit sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan kondusif bagi seluruh pelaku usaha maupun petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah.

Penulis : iwe

Editor : Adhy

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Sosialisasikan Aplikasi Penilaian Organoleptik kepada 106 PIC Satuan Pendidikan
Karang Taruna Desa Topoyo Gelar Jalan Santai, Semarakkan HUT RI ke-81
Tak Hanya Balita dan Ibu Hamil, Lansia Kini Jadi Prioritas Layanan Posyandu di Mamuju Tengah
Sukses Gelar Turnamen Tanpa APBD, Kades dan Camat Pangale Dapat Apresiasi dari Bupati Arsal
Anggaran Paskibraka Mamuju Tengah Tahun 2026 Rp402 Juta, Formasi Tetap Lengkap
Berikhtiar Spiritual untuk Bangsa, Doa dan Zikir Perkuat Semangat Kemerdekaan di Mamuju Tengah
El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Pemkab Mamuju Tengah Imbau Warga Tidak Membakar Lahan Tanpa Pengawasan
Bupati Mamuju Tengah Ajak Orang Tua Sukseskan Program BIAS Demi Lindungi Anak dari Penyakit Berbahaya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:15 WIT

SPPG Sosialisasikan Aplikasi Penilaian Organoleptik kepada 106 PIC Satuan Pendidikan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:23 WIT

Tak Hanya Balita dan Ibu Hamil, Lansia Kini Jadi Prioritas Layanan Posyandu di Mamuju Tengah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:43 WIT

Sukses Gelar Turnamen Tanpa APBD, Kades dan Camat Pangale Dapat Apresiasi dari Bupati Arsal

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:40 WIT

Anggaran Paskibraka Mamuju Tengah Tahun 2026 Rp402 Juta, Formasi Tetap Lengkap

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:29 WIT

Berikhtiar Spiritual untuk Bangsa, Doa dan Zikir Perkuat Semangat Kemerdekaan di Mamuju Tengah

Berita Terbaru