PINRANG – Tidak semua orang berani mengambil langkah besar dalam kariernya. Namun, itulah yang dilakukan oleh seorang mantan staf pembiayaan perbankan yang kini resmi menyandang gelar pengacara. Dia adaah Musakkar Pawarui. Perjalanan karier pria kelahiran Kabupaten Pinrang itu menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda yang tengah mencari arah hidup.
Awalnya, ia menghabiskan hampir satu dekade bekerja di sektor keuangan, khususnya di bidang pembiayaan dan kredit. Setiap hari ia berkutat dengan angka, laporan keuangan, hingga analisis risiko. Meski terlihat mapan, di dalam dirinya tersimpan keinginan lama: terjun ke dunia hukum.
“Dulu setiap kali bertemu dengan perjanjian kredit atau kontrak pembiayaan, saya selalu tertarik pada aspek hukumnya. Dari situ, saya mulai merasa bahwa mungkin jalan hidup saya bukan hanya di angka, tapi juga di pasal-pasal hukum,” ujar Musakkar saat ngobrol santai di salah satu warkop di Kabupaten Pinrang.
Dorongan itu kata dia membuatnya mengambil langkah berani melanjutkan pendidikan hukum sambil tetap bekerja. Butuh disiplin ekstra untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kuliah, namun ketekunannya berbuah manis. Setelah lulus, ia mengikuti pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dan resmi disumpah sebagai pengacara.
Kini, perannya berubah total. Dari yang dulunya melayani nasabah dalam urusan pembiayaan, ia kini menjadi penasihat hukum bagi klien yang menghadapi sengketa perdata, pidana maupun persoalan bisnis. Menurutnya, pengalaman di dunia keuangan justru menjadi modal penting dalam praktik hukum.
“Latar belakang saya di pembiayaan membuat saya lebih paham konteks bisnis dan risiko finansial yang dihadapi klien. Jadi ketika menangani kasus, saya bisa melihat masalah dari dua sisi: hukum dan keuangan,” jelasnya.
Perjalanan karier ini menjadi bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar passion. Ia berharap kisahnya bisa memotivasi banyak orang untuk berani mengambil keputusan besar demi masa depan.
“Jangan takut berbelok. Kadang jalan baru justru membawa kita lebih dekat pada tujuan hidup yang sebenarnya,” tutupnya.
Penulis : Narwadi
Editor : Adhy









