PIDIE – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, upaya pemantauan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok (sembako) terus dilakukan oleh aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 26/Grong-Grong, Kodim 0102/Pidie, Koptu Rudi Awaludin, melaksanakan peninjauan langsung ke Pasar Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Jumat (20/03/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada pengecekan harga serta stok sejumlah komoditas penting seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.
Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan harga dan kelangkaan barang yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Di sela kegiatan, Koptu Rudi Awaludin juga berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk menggali informasi terkait kondisi pasokan dan dinamika harga di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, ketersediaan sembako di Pasar Grong-Grong masih relatif aman, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga secara bertahap.
“Pemantauan ini penting untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.
Kami juga berkoordinasi dengan pedagang agar tidak terjadi penimbunan atau praktik yang merugikan konsumen,” ujarnya.
Sejumlah pedagang menyambut baik kehadiran Babinsa yang turun langsung ke pasar. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana komunikasi antara aparat dan pelaku usaha kecil.
Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa permintaan sembako mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir, seiring mendekatnya Lebaran.
“Pembeli sudah mulai ramai, terutama untuk kebutuhan seperti gula dan minyak goreng. Harga ada yang naik sedikit, tapi stok masih ada,” katanya.
Meski demikian, para pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah terkait stabilisasi harga, terutama jika terjadi lonjakan permintaan yang signifikan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, pengamat ekonomi lokal menilai bahwa pemantauan rutin seperti ini perlu dibarengi dengan langkah konkret dari instansi terkait, seperti operasi pasar atau distribusi tambahan pasokan, guna menjaga daya beli masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan Babinsa ini merupakan bagian dari peran aparat teritorial dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah binaan, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, dan pelaku usaha dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan.









