Pidie – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hasil panen, Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Sertu Suhermansyah, turun langsung mendampingi para petani di Desa Krueng Meriam, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Sabtu (14/12/2024).
Pendampingan ini berfokus pada penanganan pasca panen, khususnya proses penjemuran gabah, yang merupakan tahap penting untuk menjaga kualitas hasil panen agar tetap unggul dan bernilai ekonomis.
Menurut Sertu Suhermansyah, langkah penjemuran gabah yang tepat sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas hasil panen.
“Penanganan pasca panen adalah tahap krusial. Jika kadar air dalam gabah tidak dikurangi dengan baik, risiko kerusakan akibat jamur atau pembusukan akan meningkat. Hal ini tidak hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga mengancam ketahanan pangan di daerah ,” ungkapnya saat mendampingi petani.
Ia juga menambahkan bahwa beras Tangse sejak dahulu terkenal memiliki kualitas unggul dan mendominasi pasar di seluruh Aceh.
“Kualitas beras Tangse sudah diakui sejak lama, sehingga sangat layak menjadi produk unggulan yang diminati masyarakat luas,” tambahnya.
Selain memastikan teknik penjemuran yang optimal, Babinsa juga menegaskan pentingnya pendampingan di setiap tahap, mulai dari masa tanam hingga pasca panen. Hal ini menjadi bentuk nyata komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Kami mendampingi petani dari awal pengolahan hingga pasca panen untuk memastikan hasil maksimal. Ketahanan pangan bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas,” tegas Sertu Suhermansyah.
Pendampingan ini disambut positif oleh petani Desa Krueng Meriam. Mereka merasa terbantu, baik secara teknis maupun moral. Salah satu petani, Kak Murni, menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan tersebut.
“Dengan kualitas gabah yang terjaga, hasil panen kami lebih tahan lama dan dihargai lebih tinggi di pasaran. Ini sangat berarti bagi kami, Terimakasih Pak Babinsa ”ujar Kak Murni.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara TNI dan masyarakat. Penanganan pasca panen yang optimal diproyeksikan menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ketahanan pangan, tidak hanya di Desa Krueng Meriam, tetapi juga di seluruh wilayah Pidie.









