Pidie – Dalam upaya mempererat hubungan dan meningkatkan sinergi antara Babinsa dan seluruh lapisan masyarakat, Babinsa Koramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie, Koptu Ikrafiddin, mengadakan pertemuan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama tokoh masyarakat dan dewan guru guna membahas pencegahan bullying di lingkungan sekolah dan Gampong. Acara berlangsung di ruang Kepala Sekolah SMA Negeri 1, Desa Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Selasa (31/10/2024).
Kegiatan Komsos ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi demi terciptanya stabilitas keamanan dan kerukunan di tengah masyarakat.
Menurut Koptu Ikrafiddin, Komsos merupakan bagian penting dari tugas pokok Babinsa dalam pembinaan teritorial. Ia menjelaskan bahwa komunikasi sosial adalah sarana efektif untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan bertukar informasi penting terkait dengan perkembangan keamana, kerukunan dan kondusifitas wilayahnya.
“Komsos adalah bagian dari pembinaan teritorial Babinsa di wilayah. Dengan membangun komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama mencari solusi dan duduk perkara serta berbagi informasi untuk menciptakan lingkungan yang rukun dan kondusif di masyarakat,”tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu dibahas, termasuk pentingnya kolaborasi antar elemen masyarakat dalam menghadapi maraknya kasus bullying di kalangan pelajar.
Koptu Ikrafiddin menekankan bahwa masalah ini memerlukan perhatian bersama guna memperkuat fondasi moral dan karakter generasi muda, baik di sekolah maupun di rumah.
Hal senada juga disampaikan oleh Tokoh agama setempat, Tgk. Zubir, yang turut mengapresiasi inisiatif Babinsa dalam menangani masalah ini. Ia menyampaikan bahwa pembinaan etika dan perilaku anak-anak harus menjadi perhatian semua pihak.
“Kolaborasi dan kerja sama yang baik antara Babinsa, dan semua lapisan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan kerukunan.Terkait dengan Bullying bukan sekadar masalah sekolah,Dayah tetapi ini merupakan tanggung jawab kita semua dalam mendidik anak anak terutama di rumah tangga masing masing” ujarnya.
Tgk. Zubir juga mengimbau pihak desa dan sekolah untuk lebih intensif memberikan pemahaman tentang toleransi dan tenggang rasa sejak dini kepada anak-anak dan remaja. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya bullying di kalangan generasi muda di Geumpang.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan sinergi antara Babinsa, tokoh masyarakat, dan tenaga pendidik dapat lebih kuat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan mendukung pembentukan karakter positif pada generasi penerus bangsa.









