Gudang Narkoba Milik Keluarga Bashar Al Assad Di Temukan Pemberontak Suriah

- Jurnalis

Sabtu, 14 Desember 2024 - 14:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pasukan pemberontak Suriah menemukan produksi narkoba Captagon dalam jumlah besar di bawah pemerintahan Bashar Al Assad. Captagon ditemukan setelah pasukan pemberontak menyerbu gedung-gedung yang digunakan oleh saudara laki-laki Bashar Al Assad.

Dilansir dari New Arab, beberapa video yang diduga sebagai tempat penyimpanan tempat sejumlah besar Captagon beredar di dunia maya. Captagon itu disembunyikan oleh Maher al-Assad, saudara Bashar Al Assad. Belum ada konfirmasi bahwa rumah besar tempat ditemukannya Captagon adalah rumah Maher.

Dalam satu video, pasukan pemberontak terlihat memasuki tempat yang tampak seperti rumah besar yang digunakan sebagai pabrik untuk memproduksi obat tersebut. Dalam rekaman lain , orang-orang terlihat menghancurkan ribuan pil Captagon.

Perusahaan yang menjadi kedok perdagangan gelap narkoba juga telah terungkap, termasuk perusahaan mobil bernama Syria Car. Ketika faksi oposisi Suriah memasuki perusahaan milik Hafez Munther Al Assad, putra sepupu Bashar, para pengamat terkejut menemukan sejumlah besar Captagon yang telah dibuang di luar.

Baca Juga :  Bashar Al Assad Buka Suara Usai Digulingkan Milisi HTS

Sebuah video menunjukkan sejumlah besar pil di pinggir jalan. Pil-pil itu terlihat pula di saluran pembuangan di sebelah pabrik.

Captagon adalah stimulan jenis amfetamin. Selama bertahun-tahun, rezim Assad telah berusaha menutupi keterlibatannya dalam perdagangan narkoba di seluruh dunia.

Pil-pil itu disebut merupakan sumber pendapatan utama bagi rezim, menghasilkan miliaran setiap tahun untuk membantu menopang rezim Bashar Al Assad. Di sisi lain, kemiskinan merajalela di Suriah karena perang, korupsi massal, dan sanksi.

Hizbullah, milisi Syiah yang didukung Iran di Lebanon yang bertempur bersama pasukan Assad selama perang saudara Suriah, juga diyakini terlibat dalam perdagangan tersebut. Hizbullah selalu membantah.

Baca Juga :  Kapolres barru bersama Forkopimda Kabupaten barru menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Selatan

Damaskus telah dikenai sanksi berat karena perdagangan Captagon. Masalah itu membuat marah banyak negara Teluk, khususnya Arab Saudi, yang merupakan pasar besar untuk obat tersebut. Assad berjanji untuk mengekang produksi sebagai imbalan atas normalisasi dengan negara-negara Arab, tetapi tidak pernah memenuhi janjinya.

Negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania terkena dampak dan telah mencoba untuk menghentikan perdagangan Captagon. Angkatan udara Yordania melakukan banyak serangan di wilayah selatan Suriah tahun lalu, menewaskan beberapa gembong narkoba terbesar yang dekat dengan rezim Assad.

Runtuhnya rezim Assad yang telah berkuasa lebih dari 50 tahun di Suriah, terjadi setelah serangan mendadak pemberontak yang berlangsung kurang dari dua minggu. Berakhirnya rezim Al Assad diperkirakan akan mengakhiri perdagangan Captagon.

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres barru bersama Forkopimda Kabupaten barru menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Selatan
Bashar Al Assad Buka Suara Usai Digulingkan Milisi HTS
Bersihkan Lingkungan, Upaya Babinsa Koramil 1425-01 Binamu Peduli Kenyamanan dan Kesehatan Masyarakat
Berita ini 125 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 Juli 2025 - 13:37 WIT

Kapolres barru bersama Forkopimda Kabupaten barru menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Selatan

Selasa, 17 Desember 2024 - 19:34 WIT

Bashar Al Assad Buka Suara Usai Digulingkan Milisi HTS

Sabtu, 14 Desember 2024 - 14:51 WIT

Gudang Narkoba Milik Keluarga Bashar Al Assad Di Temukan Pemberontak Suriah

Jumat, 30 Agustus 2024 - 08:25 WIT

Bersihkan Lingkungan, Upaya Babinsa Koramil 1425-01 Binamu Peduli Kenyamanan dan Kesehatan Masyarakat

Berita Terbaru