Pidie – Sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Pidie kembali terlihat dalam upaya mitigasi bencana dan mendukung kebutuhan irigasi masyarakat. Anggota Koramil 17/Geumpang, yang dipimpin oleh Sertu Alhadi, melakukan pengawasan dan pengamanan kegiatan normalisasi Sungai Lhok Lue di Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Kamis (5/12/2024) sore.
Menurut Sertu Alhadi, kegiatan ini bertujuan mengatasi pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang terbawa dari pegunungan. Pendangkalan tersebut semakin parah selama musim hujan, sehingga berpotensi menyebabkan erosi di sekitar bantaran sungai.
“Normalisasi Sungai Lhok Lue bertujuan memperbaiki aliran air yang terganggu. Saluran ini sangat vital karena menjadi sumber utama irigasi bagi sawah-sawah di Kecamatan Geumpang,” ujar Sertu Alhadi.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kodim 0102/Pidie melalui Koramil 17/Geumpang, Dinas Sumber Daya Air (SDA) PUPR Kabupaten Pidie, dan Pemerintah Desa Leupu. Untuk mempercepat proses, Dinas PUPR mengerahkan satu unit ekskavator di lokasi.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR, Muntahar, mengatakan bahwa normalisasi ini merupakan bagian dari program strategis pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie sepekan lalu. Langkah ini juga bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di Kecamatan Geumpang.
“Dengan normalisasi ini, kami berharap saluran irigasi di kawasan ini dapat berfungsi maksimal, terutama menjelang musim tanam. Pengerjaan ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir akibat sedimentasi,” kata Muntahar.
Kecik Desa Leupu, Jailani Amin, turut menyampaikan apresiasinya atas langkah tersebut. Ia mengatakan warga sangat mendukung inisiatif yang melibatkan TNI dan pemerintah daerah.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah dan TNI terhadap masalah masyarakat. Langkah ini akan sangat membantu para petani kami,” tuturnya.
Normalisasi Sungai Lhok Lue ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.









