Nadiem Keluhkan Ratusan Aplikasi Bidang Pendidikan Tidak Bermanfaat

- Jurnalis

Rabu, 2 Oktober 2024 - 20:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengaku bingung dengan banyaknya aplikasi pendidikan. Hal itu yang ia rasakan saat awal menjabat sebagai menteri.

Menurut Nadiem, aplikasi yang ada tidak dibuat dengan pertimbangan matang. Sehingga, aplikasi-aplikasi tersebut tidak bermanfaat.

“Ada beratus-ratus aplikasi yang berbeda, dibuat pejabat dan depertemen berbeda dengan kebutuhan yang berbeda tidak berfungsi seperti yang seharusnya,” kata Nadiem dalam sambutan pemaparannya pada Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) di Sanur, Bali, Rabu, 2 Oktober 2024.

Baca Juga :  Kopdes Belum Jelas Hasilnya, Kemenkop Malah Minta Rp1,25 T Lagi, Publik Pun Tertawa

Ia melihat tidak ada sistem yang dapat mengawasi aplikasi tersebut. Sehingga, aplikasi tersebut tidak dikendalikan dengan baik.

Menurutnya, hal ini terjadi karena produk aplikasi itu dibuat hanya berdasarkan pemahaman sepihak oleh pemerintah. Nadiem menduga pemerintah merasa aplikasi yang dibuat berguna untuk masyarakat.

“Yang sangat sulit, karena pemerintah berpikir mereka tahu semua tentang warga mereka,” tegas Nadiem.

Ia mengubah cara pandang pemerintah menghadirkan aplikasi maupun kebijakan. Nadiem menekankan hal itu harus didasarkan pada user-centric atau mendesain sesuai kebutuhan pengguna.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 03/Senagan Timur Hadiri Gerakan Pasar Murah Wujud Sinergi TNI Dan Pemerintah Untuk Kesejahteraan Rakyat

Pihaknya menjaring hal-hal yang sebenarnya dibutuhkan oleh stakeholders pendidikan. Sehingga, aplikasi yang dihadirkan berdasarkan kebutuhan guru dan pelajar.

Nadiem mengakui cara itu tidak mudah. Tapi, sangat aneh apabila pemerintah hanya membuat kebijakan cuma berdasarkan pemahaman sepihak.

“Jadi yang terjadi bukan lagi pemerintah membangun sesuatu, berikan kepada masyarakat, lalu selesai,” ujar dia. (***)

Follow WhatsApp Channel www.refortase.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopdes Belum Jelas Hasilnya, Kemenkop Malah Minta Rp1,25 T Lagi, Publik Pun Tertawa
DPRD Mamuju Tengah Berikan Dukungan Penuh kepada Kontingen Pesparawi Tingkat Nasional di Manokwari
Muhammad Adil Tambono Terima Bantuan Pemerintah sebagai Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah Tahun 2026
Relima 2026 Hadir di Polewali Mandar, Kepala Dinas Beri Ruang Strategis untuk Pengembangan Literasi
Mata Garuda Sulbar Bergerak: Webinar Pendidikan Jadi Seruan Darurat Atasi ATS di Sulbar
Bupati Mateng Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Babinsa Koramil 15/Tiro Dampingi dan Amankan Bazar Murah di Tiro/Truseb
Pembagian Takjil Kodim 1404/Pinrang di Depan KDKMP Kelurahan Siparappe Diserbu Warga
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:36 WIT

Kopdes Belum Jelas Hasilnya, Kemenkop Malah Minta Rp1,25 T Lagi, Publik Pun Tertawa

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:46 WIT

DPRD Mamuju Tengah Berikan Dukungan Penuh kepada Kontingen Pesparawi Tingkat Nasional di Manokwari

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:06 WIT

Muhammad Adil Tambono Terima Bantuan Pemerintah sebagai Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah Tahun 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIT

Relima 2026 Hadir di Polewali Mandar, Kepala Dinas Beri Ruang Strategis untuk Pengembangan Literasi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:11 WIT

Mata Garuda Sulbar Bergerak: Webinar Pendidikan Jadi Seruan Darurat Atasi ATS di Sulbar

Berita Terbaru