MAMUJU TENGAH, REFORTASE.ID – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah terus memperkuat komitmen dalam melindungi perempuan dan anak melalui penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah Kekerasan terhadap Perempuan (KTP), Kekerasan terhadap Anak (KTA), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), serta perkawinan anak.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini bertujuan membangun kesamaan persepsi dan memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan yang mengancam tumbuh kembang perempuan dan anak. Pemerintah menilai bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi pencegahan kekerasan, perlindungan korban, pencegahan perdagangan orang, penanganan anak yang berhadapan dengan hukum, serta pentingnya mencegah perkawinan usia anak melalui edukasi dan penguatan peran keluarga. Selain itu, dibahas pula mekanisme koordinasi antarinstansi agar penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi perempuan dan anak.
Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan, eksploitasi, perdagangan orang, maupun praktik perkawinan anak di lingkungan sekitarnya. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan keluarga, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, mencegah perdagangan orang serta perkawinan anak, sekaligus mewujudkan daerah yang semakin aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Penulis : ST
Editor : Adhy









