MAMUJU TENGAH, REFORTASE.ID – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, Hamka, meminta kontraktor pelaksana pembangunan Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.
Menurut Hamka, proyek pembangunan rumah sakit yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp143 miliar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Mamuju Tengah melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Sejalan dengan apa yang disampaikan Bupati, saya berharap tenaga-tenaga buruh yang digunakan berasal dari masyarakat lokal,” ujar Hamka di Kantor DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, Kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (26/6/2026).
Selain mendorong pelibatan tenaga kerja lokal, Hamka juga menekankan pentingnya pengawasan selama proses pembangunan agar kualitas bangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
“Pengawasan harus dilakukan sehingga hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan rumah sakit tersebut akan menjadi solusi bagi masyarakat Mamuju Tengah yang selama ini masih bergantung pada rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan.
Menurutnya, pasien yang memperoleh rujukan dari puskesmas di Mamuju Tengah diharapkan nantinya tidak lagi harus menjalani perawatan di kabupaten lain.
“Harapannya, masyarakat yang mendapat rujukan dari puskesmas tidak lagi harus ke rumah sakit di luar daerah,” katanya.
Hamka menambahkan, pembangunan Rumah Sakit PHTC merupakan langkah strategis dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih cepat, profesional, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Sementara itu, Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp143 miliar yang bersumber dari APBN.
Rumah sakit akan dibangun di atas lahan seluas 7.600 meter persegi dengan bangunan tiga lantai. Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah juga menargetkan peningkatan status RSUD Mamuju Tengah dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C.
“Kita berharap rumah sakit ini menjadi rumah sakit rujukan bagi 11 puskesmas yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah,” ujar Arsal Aras.
Melalui pembangunan Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah bersama DPRD berharap pelayanan kesehatan masyarakat semakin meningkat, akses layanan rujukan menjadi lebih mudah, serta keberadaan proyek tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.
Penulis : iwe
Editor : Adhy









