Pidie – Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie Kopka Usman Kamil tampak akrab dan penuh kehangatan saat melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga. Ia duduk berdialog dan bertukar pendapat dengan para petani di sebuah pondok yang berada di tengah area persawahan, Desa Lhok Igeuh, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Minggu (08/03/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan saat para petani sedang menjaga tanaman padi mereka yang sudah memasuki masa menjelang panen. Suasana santai di pondok sawah dimanfaatkan untuk berdiskusi berbagai hal terkait pertanian, khususnya mengenai distribusi hasil panen serta stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Dalam komsos tersebut, Kopka Usman Kamil mengingatkan para petani agar segera melaporkan apabila terdapat pihak yang membeli hasil panen dengan harga di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Ia juga menyampaikan bahwa harga jual gabah kering panen (GKP) yang telah ditetapkan pemerintah saat ini sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga para petani diharapkan tidak menjual hasil panennya di bawah harga tersebut.
“Babinsa selalu siap membantu dan mendampingi petani. Apabila ada pihak yang membeli gabah di bawah harga yang telah ditentukan pemerintah yaitu Rp6.500 per kilogram, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti sehingga petani tidak dirugikan,” ujar Kopka Usman Kamil.
Salah satu petani setempat, M. Hasan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang selama ini aktif melakukan pendampingan kepada para petani di desa tersebut.
“Sejak Babinsa melakukan pendampingan kepada petani, banyak hal menjadi lebih lancar. Mulai dari masalah bibit, pupuk, hingga memantau harga jual gabah di masyarakat,” ungkap M. Hasan.
Sementara itu, Danramil 15/Tiro Kapten Czi Putut Ariantoh menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus wujud nyata peran TNI dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah.
“Babinsa hadir di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melakukan pendampingan kepada para petani. Mulai dari memantau proses pertanian, monitoring harga jual gabah, hingga mengawasi distribusi pupuk di tengah masyarakat, sehingga ketahanan pangan di wilayah dapat terus terjaga,” ujar Kapten Czi Putut Ariantoh.
Melalui kegiatan komunikasi sosial yang rutin dilakukan, Babinsa diharapkan dapat terus mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membantu para petani dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan, sehingga hasil pertanian meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik.









