Pidie – Upaya memulihkan trauma berkepanjangan sekaligus menciptakan kembali lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak korban banjir terus dilakukan. Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam TNI dari Puskesad,bersama Kodim 0102/Pidie, dengan dukungan Persit KCK Cabang XIX Dim 0102 Pidie serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, menggelar kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak terdampak banjir di Kabupaten Pidie. di halaman Masjid Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Jumat (12/12/2025).
Trauma healing dipimpin langsung oleh Ketua Tim Puskesad, Kapten Ckm dr. Riski Marpaung, serta didukung Danramil 24/Mutiara Timur Kapten Inf Yunus Emha, S.Pd., anggota Persit, dan tim tenaga kesehatan setempat.
Danramil 24/Mutiara Timur Kapten Inf Yunus Emha menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan TNI dalam penanggulangan bencana alam. Sebelumnya, tim Puskesad bersama Satgas Kodim 0102/Pidie juga telah melaksanakan kegiatan serupa di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.
“Alhamdulillah, kegiatan trauma healing di wilayah Mutiara Timur berjalan lancar dan sukses. Ini semua berkat kolaborasi dan kerja sama tim serta dukungan dari seluruh pihak. Sinergitas seperti ini sangat penting dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Puskesad Kapten Ckm dr. Riski Marpaung menegaskan bahwa trauma healing memiliki peran vital bagi anak-anak korban bencana. Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah memulihkan kesehatan mental dan emosional anak dengan mengurangi rasa takut, cemas, dan stres, sekaligus mengembalikan rasa aman.
“Trauma yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan psikologis berkepanjangan. Melalui trauma healing, anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan bercerita agar mereka bisa mengekspresikan perasaan serta membangun kembali kepercayaan diri dan harapan,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak pengungsi tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dipandu langsung oleh Kapten Ckm dr. Riski Marpaung, dengan Persit Ny. Lia Dedy bertindak sebagai pembawa acara. Berbagai permainan edukatif dan rekreatif disiapkan, baik secara individu maupun kelompok, seperti permainan Bola Naga, memasukkan pena ke dalam botol, oper air, hingga lomba membawa kelereng.
Suasana semakin meriah saat panitia membagikan hadiah lomba dan santunan sederhana. Tawa dan sorak kegembiraan anak-anak mewarnai kegiatan hingga selesai, mencerminkan semangat dan keceriaan yang mulai tumbuh kembali di tengah keterbatasan pengungsian.
Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan anak-anak korban banjir dapat bangkit, beradaptasi kembali dengan kehidupan normal, serta tumbuh dengan kondisi mental yang lebih sehat meski pernah mengalami peristiwa bencana alam.









