Pidie – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie sejak sepekan terahir memicu kenaikan debit air di sejumlah titik aliran Sungai Krueng Tiro. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Serda T. Mulyadi, terus meningkatkan intensitas pemantauan sungai sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada.
Pemantauan dilakukan di Desa Lhok Igeuh, Kecamatan Tiro/Truseb, Pidie, salah satu wilayah yang berdekatan langsung dengan bantaran sungai dan berpotensi terdampak luapan air. Kamis (27/11/2025)
Serda Mulyadi melaporkan bahwa sejak malam sebelumnya, beberapa desa di wilayah Kecamatan Tiro telah mengalami luapan air yang mulai memasuki pekarangan rumah warga. Meski demikian, kondisi masyarakat masih dinilai aman dan belum ada warga yang melakukan evakuasi.
“Sejak malam air sudah meluap di beberapa desa, namun situasi masih terkendali. Warga masih bertahan di rumah masing-masing dan tidak ada yang mengungsi. Meski begitu, kami tetap mengimbau agar masyarakat selalu siaga dan waspada,” ujar Serda Mulyadi saat memantau debit air di Krueng Tiro.
Ia menambahkan bahwa intensitas hujan yang tak kunjung menurun membuat potensi banjir besar tetap perlu diwaspadai. Babinsa bersama aparatur desa terus melakukan patroli dan berkoordinasi untuk memastikan langkah cepat dapat diambil apabila kondisi memburuk.
“Kewaspadaan dini sangat penting. Jika air kembali naik secara tiba-tiba, kami telah menyiapkan langkah antisipasi bersama perangkat desa,” tambahnya.
Warga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang terus memantau situasi di lapangan. Menurut mereka, pemantauan tersebut membantu memberikan ketenangan sekaligus memastikan informasi perkembangan kondisi sungai dapat diterima dengan cepat.
Hingga berita ini diturunkan, debit air Sungai Krueng Tiro masih meningkat namun dalam status terkendali. Aparat gabungan terus bersiaga untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut.









