WAJO — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Wajo resmi melantik pengurus baru untuk periode 2025–2028 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan dihadiri para tokoh penting daerah.
Pelantikan ini menandai awal perjalanan baru SMSI Wajo dalam memperkuat ekosistem media siber yang sehat, profesional, dan berintegritas di tengah tantangan digital yang semakin kompleks.
Ketua SMSI Wajo yang baru dilantik Andi Erwin menegaskan bahwa kepengurusan periode ini membawa misi besar memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi, meningkatkan kualitas jurnalisme digital, serta membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami ingin menghadirkan SMSI Wajo yang lebih progresif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya dalam sambutan.
“Kita dituntut tidak hanya menyajikan berita secara cepat, tetapi juga akurat, berimbang, dan mendidik masyarakat. Karena itu, sinergi semua pihak, baik pemerintah daerah, Forkopimda, hingga elemen masyarakat sangat penting. Jurnalis online tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran serta menjaga demokrasi dan informasi pembangunan,” tegasnya.
Andi Erwin berharap pelantikan ini menjadi momentum lahirnya semangat baru bagi seluruh pengurus untuk meningkatkan kapasitas, menjaga etika jurnalistik, serta memperkuat solidaritas sesama jurnalis.
Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Sulsel, Anwar Sanusi, menjelaskan sejarah lahirnya SMSI yang dirancang oleh tokoh-tokoh nasional dari PWI hingga akhirnya berdiri pada 27 April 2017 dan resmi menjadi konstituen Dewan Pers pada 29 Mei 2020.
Ia menegaskan bahwa SMSI hadir sebagai wadah perusahaan media siber, bukan organisasi wartawan.
“PWI membina wartawannya, sementara SMSI membina medianya. SMSI lahir dari prakarsa para senior di PWI. Tanggung jawab SMSI sangat besar, menjaga marwah organisasi agar tidak menjadi alat kekuasaan, tetapi tetap menjadi penyeimbang dan mitra pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, SMSI bukanlah musuh pemerintah, melainkan mitra strategis yang mengawal program-program pembangunan di Kabupaten Wajo.
“Kami berharap SMSI dapat diterima dengan tangan terbuka, menjadi mitra yang sehat dan profesional,” imbuhnya.
Mewakili Bupati Wajo, Hj. Andi Musdalifah, menyampaikan apresiasi terhadap tema pelantikan yang dinilainya sangat relevan dengan tantangan zaman.
“Tema ini mengajak kita untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun kolaborasi dan sinergi produktif antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa di era digital, media siber menjadi pilar utama penyebaran informasi. Kecepatan media online bisa menjadi kekuatan, namun juga menuntut kebijaksanaan dan profesionalisme.
“SMSI memiliki peran besar dalam menguatkan kapasitas perusahaan media, menangkal hoaks, serta menjadi mitra pemerintah dalam penyebarluasan informasi yang konstruktif,” jelasnya.
Penulis : Erwin
Editor : Adhy









