JAKARTA – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kini menjadi sorotan nasional setelah terkuaknya praktik penipuan digital berskala besar yang dijalankan sindikat “Passobis” atau “Sobis”.
Aparat keamanan menilai Sidrap telah berubah menjadi ladang subur bagi kejahatan siber, dan Mabes Polri tengah merancang strategi khusus untuk memutus rantai kejahatan tersebut.
Merespon maraknya kejahatan digital kata sumber terpercaya, Mabes Polri bersama Korps TNI dan Kepolisian Daerah Sulsel telah bergerak merumuskan langkah-langkah strategis.
Penguatan sinergi antar-instansi – Mabes Polri memperkuat koordinasi dengan Kodam dan Polda Sulsel agar proses hukum bisa dijalankan cepat dan tanpa tumpang tindih. Kesepakatan bahwa TNI menahan, sementara polisi yang memproses hukum.
Peningkatan laporan korban dan kesadaran publik dengan banyaknya korban yang tidak melapor, Mabes Polri akan menggalakkan kampanye agar korban penipuan online tidak takut / malu melapor. Edukasi publik tentang modus penipuan juga akan diperluas.
Penerapan forensik digital lebih mendalam – Penguasaan teknik digital forensik dari barang bukti berupa telepon, aplikasi komunikasi, dan rekaman digital akan diperkuat untuk melacak jejak eksekutor dan pemilik akhir sindikat.
Tindak tegas terhadap aktor intelektual – Fokus tidak hanya pada pelaku di lapangan, tapi juga memburu otak di balik layar dan pihak yang mungkin menjadi pelindung (backing) sindikat tersebut.
Pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan komunitas digital lokal di Sidrap agar mereka menjadi mitra polisi dalam mendeteksi dan melaporkan aktivitas mencurigakan.









