RIAU — Upaya penegakan hukum terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali diwarnai perlawanan. Insiden terjadi di kawasan Certenti, saat tim gabungan aparat keamanan dan instansi terkait berupaya menertibkan lokasi tambang ilegal yang merusak lingkungan.
Menurut informasi yang dihimpun, aparat gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup mendatangi area tambang. Namun, bukannya kooperatif, sejumlah penambang justru melakukan perlawanan. Salah satu anggota aparat dikabarkan dipukul oleh Emak-emak.
Dalam keadian tertsebut, sebanyak enam mobil dinas, termasuk mobil Kapolres hancur akibat lemparan batu. Bukan hanya itu, Satu motor wartawan juga ikut dibakar.
Informasi yang diterima media ini, meski mendapat perlawanan keras. Bupati dan Aparat menegaskan komitmen untuk tidak akan mundur dalam pemberanasan PETI yang merusak lingkungan.
Pemerintah daerah mengakui bahwa penertiban PETI bukan perkara mudah. Selain faktor ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari tambang, keberadaan aktor-aktor yang diduga membekingi aktivitas ilegal membuat penegakan hukum kerap berjalan di tempat.
“Ini bukan sekadar soal tambang, tapi soal wibawa negara. Kalau aparat dipukul saat menegakkan aturan, itu artinya kita sedang diuji: sejauh mana hukum bisa benar-benar ditegakkan,” kata seorang pejabat di lingkungan Pemda setempat.
Penulis : Gun
Editor : Adhy









