Pidie – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Sertu Iswadi, bersama masyarakat Desa Keude Tangse, Kabupaten Pidie, menggelar kegiatan gotong royong membersihkan area pemakaman desa pada Sabtu (29/03/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang bertujuan untuk menghormati leluhur sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Sertu Iswadi bersama warga dari berbagai kalangan turun langsung untuk membersihkan rumput liar, merapikan batu nisan, serta membuang sampah yang menumpuk di sekitar makam. Selain sebagai persiapan menyambut hari besar keagamaan, gotong royong ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga.
Sertu Iswadi menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan warisan leluhur. Ia juga mengapresiasi semangat warga yang antusias berpartisipasi dalam gotong royong ini.
“Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan makam, tetapi juga untuk memperkuat silaturahmi dan menanamkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semangat warga yang begitu antusias,” ujar Sertu Iswadi.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah menjadi bagian dari tradisi yang terus dipertahankan.
“Setiap tahun menjelang Idul Fitri, kami selalu melaksanakan pembersihan makam. Ini bukan sekadar membersihkan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mendahului kita,” katanya.
Para pemuda desa juga turut serta dalam kegiatan tersebut, menunjukkan peran aktif mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan budaya gotong royong. Mereka berharap tradisi ini tetap dipertahankan dan menjadi contoh bagi generasi mendatang.
“Kami bangga bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Selain menjaga kebersihan lingkungan, ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwarga,” ungkap salah satu pemuda Desa Keude Tangse.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan pembersihan makam ini diharapkan dapat terus dilestarikan, tidak hanya menjelang hari raya, tetapi juga sebagai bagian dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.









