Kodim 1502/Masohi menggelar kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial di wilayah hukumnya, Rabu (19/3/2025).
Kegiatan berlangsung di aula Kodim 1502/Masohi dihadiri Dandim Letkol Czi M. Yusuf Aksa, Kepala Kesbangpol Malteng, perwakilan Polres Malteng, Ketua Klasis GPM Masohi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, LSM maupun para pimpinan OKP/Ormas.
Asintel Kasad Mayjen TNI Drajad Brima Yoga dalam sambutan yang dibacakan Kapten Inf Singgih Ardy menegaskan, sejak proklamasi hingga sekarang keberlangsungan penyelenggaraan pembangunan nasional tidak pernah bebas dari ancaman keamanan.
Menurutnya, berbagai gejolak yang membahayakan keamanan nasional mulai dari pemberontakan, separatisme, terorisme, kerusuhan, hingga konflik sosial menjadi pengalaman buruk yang mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan nasional.
Disamping itu, transisi demokrasi dalam tatanan dunia yang semakin terbuka mengakibatkan makin cepatnya dinamika sosial, termasuk faktor intervensi asing.
Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang rawan konflik, baik konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal.
Konflik tersebut terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbul rasa takut di masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa dan trauma psikologis seperti dendam, benci dan antipati sehingga menghambat terwujudnya kesejahteraan umum.
Dalam setiap konflik yang terjadi, sebutnya, jika pemerintah daerah (forkopimda) hadir dengan cepat dapat mengatasi dengan baik sehingga konflik tidak berkembang luas, namun konflik sosial masih kerap terjadi. Kondisi tersebut menunjukan bahwa Indonesia memiliki potensi terjadinya konflik sosial yang sewaktu–waktu dapat timbul di masyarakat.
“Oleh karena itu upaya untuk mencegah terjadinya konflik sosial merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan pemerintah agar konflik sosial tidak semakin meluas sehingga stabilitas keamanan yang kondusif tetap terjaga.
Asintel Kasad TNI menitip kepada para komponen bangsa selalu bekerja sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah–tengah situasi yang sedang dilanda berbagai permasalahan.
“Apabila terdapat hal–hal yang mengarah pada potensi konflik di sekitar tempat tinggal masing–masing dapat menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang sehingga upaya preventif dapat ditempuh guna menghindari kerugian,” ringkasnya









