
Pidie – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, pada Jumat (7/3/2025) malam menyebabkan banjir yang berimbas pada abrasi parah di badan jalan Desa Peunalom II. Kondisi ini mengancam akses warga yang kini semakin terbatas.
Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Serda Didi Rosadi, turun langsung ke lokasi pada Sabtu (8/3/2025) untuk melakukan monitoring. Ia melaporkan bahwa terdapat empat titik jalan yang mengalami kerusakan serius akibat derasnya arus sungai yang mengikis badan jalan.
“Sebagian badan jalan sudah ambruk, membuat akses warga terganggu. Namun, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi,” ujar Serda Didi Rosadi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada, mengingat curah hujan di Kecamatan Tangse masih tinggi dan berpotensi memperparah kondisi jalan.
Sementara itu, perangkat Desa Peunalom II, Abd Hamid, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan semakin parah akibat banjir terbaru ini. Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya perbaikan sejak banjir besar lima tahun lalu.
“Jalan ini sudah lama rusak karena banjir, dan sekarang semakin parah karena terus terkikis. Kami berharap pemerintah daerah atau dinas terkait segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini,” harapnya. Saat ini, akses jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan nyaris terputus sepenuhnya.
Kerusakan infrastruktur akibat banjir di wilayah Tangse bukanlah kejadian baru. Dengan kondisi geografis yang rawan bencana, perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian, tidak terganggu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah mengenai langkah konkret untuk menangani kerusakan jalan ini. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar akses transportasi kembali normal dan tidak semakin membahayakan pengguna jalan.









